Sebaik apa pun suatu riset dilakukan, bila berkaitan dengan penentuan
sistem operasi yang paling aman, reaksinya akan selalu bersifat pro dan
kontra. Hal inilah yang belum lama ini terjadi pada lembaga penelitian
pasar Forrester Research (www.forrester.com).
Selama satu tahun para peneliti telah membandingkan celah-celah
keamanan mana saja yang terdapat pada Windows dan berbagai distribusi
Linux, serta sekritis apa masalahnya. Hasilnya cukup mengejutkan:
Menurut Forrester, Microsoft adalah satu-satunya produsen yang mampu dan
tercepat menutup semua celah keamanan yang ada. Produsen ber-
Composing: S. Schönberger bagai turunan Linux seperti SuSE, Red- Hat,
Mandrake, dan Debian hanya sanggup menutup celah keamanan sekitar 99%
dan bereaksi lebih lamban.
Baru saja hasil tersebut dipublikasikan bulan Maret 2004, kritik dari
para distributor dan penggemar Linux datang dengan gencar.Mereka
meragukan keakuratan metode penelitian dari Forrester tersebut.
Untuk mengetahui kebenaran penelitian tersebut, CHIP mencoba
melakukan metode pembuktian tersendiri. Di sini akan diuji masing-masing
sebuah versi dari sistem operasi Windows XP Pro, SuSE Linux 9.1 Pro,
dan MacOS X 10.3.3. Ketiganya akan melalui tahapan pengujian yang sama.
Tahap I – Keamanan di Internet: Setiap sistem operasi diinstalasi
langsung (outof- the-box) tanpa patch dan diuji dengan tool Online Check
oleh para pakar sekuriti Qualy. Uji keamanan ini memeriksa semua celah
keamanan sistem yang dikenal (saat ini sekitar 3.500) dan
mengkategorikan hasilnya dalam lima tingkatan. Semakin tinggi
tingkatannya, semakin tinggi tingkat ancamannya.
Tahap ini dilanjutkan dengan menginstall semua patch, update, dan
Service Pack yang tersedia pada saat pengujian dilakukan. Firewall yang
tidak aktif secara standar harus aktifkan secara manual. Setelah itu,
ketiga sistem diuji kembali.
Ketiganya memiliki browser tersendiri yang setting standarnya
berbeda. Browser Linux misalnya sama sekali tidak mengenali beberapa
script yang memiliki risiko keamanan seperti ActiveX dan VBS. Oleh
karena itu, browser yang merupakan gerbang ke Internet dan rentan
serangan perlu diuji secara khusus dengan tes keamanan browser dari
spesialis keamanan Scanit (http://bcheck.scanit.be/bcheck). Pengujiannya
mencakup berbagai content Java, JavaScript, ActiveX, dan adanya
pembelokkan arah URL ke domain lain.
Tahap 2 – Menutup celah secara manual: Apabila setelah meng-install
update dan patch masih tersisa celah keamanan (pada sistem atau
browser), maka sedapat mungkin ditutup dengan tools yang tersedia di
dalam paket. Apabila tidak tersedia, misalnya tidak ada proteksi
Antivirus, maka akan disebutkan nama program yang digunakan.
Tahap 3 – Keamanan internal PC: Tidak semua bahaya bermula dari
Internet. Bisa saja si pencuri data duduk di ruang sebelah. Oleh karena
itu, faktor keamanan di sekitar pun harus diperhatikan. Semudah apa
permintaan password login dapat ditembus dan sebaik apa enkripsi
password- nya? Pengelolaan pengguna (user) dan pembagian hak akses juga
dipertimbangkan. Seperti pilihan-pilihan apa saja yang tersedia bagi
seorang administrator untuk membatasi akses bagian-bagian tertentu pada
hard disk hanya kepada user group tertentu? Selain itu, yang tidak kalah
pentingnya yaitu konsep backup yang diterapkan yang secara tidak
langsung juga mendukung sistem keamanan data.
GAMBAR TES UJI

Windows
Menurut Microsoft dari keseluruhan pengguna Windows, hanya segelintir
saja yang tidak mem-patch Windows-nya. Ini tentu cukup melegakan,
karena tes Qualy menemukan 25 celah keamanan (5 di antaranya dengan
tingkat ancaman tertinggi). Ancaman (risiko) total Windows XP berada
pada tingkatan 5.
Celah yang ditemukan hampir semuanya merupakan bug program dari
layanan Windows (services) tertentu. Misalnya dalam Windows Messenger,
penyerang atau penyusup dapat mengakses sistem. Akan tetapi tidak jarang
celah juga terjadi akibat adanya buffer overflow. Worm seperti Blaster
dan Sasser memanfaatkan celah semacam ini.
Celah lainnya, seperti pada Linux, ditemukan dalam layanan yang
memberi informasi tentang PC – misalnya ICMP (Internet Control Message
Protocol – lihat glossary) yang antara lain menyebabkan si penyerang
mengetahui provider yang Anda gunakan untuk selancar.
Hebatnya, banyak celah potensial pada Windows XP tersebut justru
lenyap seketika setelah di-update dengan Service Pack 2. Semua celah pun
tertutup dan tidak ada lagi informasi tentang PC yang tampak dari luar.
Ini merupakan nilai plus bagi Microsoft yang kerap dikritik berkenaan
dengan hal tersebut.
Linux
Anggapan Linux merupakan sistem operasi yang aman menjadi
argumentative, saat diuji pada instalasi standar. Qualy menemukan 15
celah keamanan, walaupun tingkatan ancaman tidak seberbahaya pada
Windows. Ancaman (risiko) total terhadap serangan berada pada tingkatan
sedang (tingkat 3).
Hampir semua celah berasal dari layanan yang tampak dari luar.
Serangan hanya terjadi bila ada kesalahan dalam layanan. Satusatunya
celah tingkat 3 adalah menyangkut SSH (Secure Shell) yang menjamin
keamanan koneksi. Versi OpenSSH memiliki bug yang memungkinkan akses
oleh penyerang bila terjadi buffer overflow. Dua celah lainnya ditemukan
pada layanan RPC dan ICMP Messenger. Sebuah Port mapper yang terlihat
dari luar dapat meneruskan permintaan RPC ke layanan sistem. Apabila si
penyerang berhasil melewatinya dan menstart sebuah layanan, ia pun dapat
mengaksesnya melalui sebuah port khusus.
Online update juga tidak membantu. Baru setelah firewall diaktifkan,
10 celah tertutup. SuSE merespon perintah ping untuk menguji adanya
konektivitas dengan PC lainnya. Rute paket data juga dapat dilacak
dengan perintah ‘traceroute’. Seorang penyerang juga dapat mengetahui
provider mana yang digunakan melalui perintah ‘whois’ yang ada di
www.ripe.net/perl/whois.
Mac OS
Pada pengujian instalasi standar, Qualy melaporkan 6 celah tingkat 1.
Dengan demikian sistem operasi Apple versi outof- the-box adalah yang
teraman.
Empat celah ditemukan dalam bagian pencarian informasi. Seperti
halnya Windows dan Linux, MacOS juga melakukan permintaan ICMP seperti
pada perintah ping dan responnya bahwa berbagai port tertutup. Selain
itu rute paket data dapat dilacak melalui perintah Traceroute dan
informasi dari perintah ‘Whois’.
Pada TCP dan UDP, Qualy mengkritik 2 port UDP yang terbuka yaitu port
514 (syslog) dan port 1434 (ms-sql-m). Syslog biasanya digunakan pada
perangkat jaringan (hub, router), sementara port 1434 pada identifikasi
SQL. Oleh karena keduanya tidak berbahaya, secara umum dengan
konfigurasi standar Anda dapat berselancar dengan tenang di Internet.
Setelah update, kondisnya tidak jauh berubah, seperti adanya bug pada
AFP (Apple File Sharing Protocol), CUPS (Print System), mail, IPSec,
dan OpenSSL. Setelah firewall diterapkan lewat paket file internal BSD
‘ipfw’, barulah tersisa 2 celah keamanan tingkat 1 yang berstatus
‘Reachable Hostlist’. Celah keamanan ini menunjukkan bahwa Mac terdaftar
pada provider dengan sebuah alamat IP dan sebuah nama DNS.