Twitter: @Glissandio
Tampilkan postingan dengan label love story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love story. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 November 2013

0 komentar

Tips agar pacar makin sayang



Siapasih yang gk mau membahagiakan pacar.
pasti yang ada tuh,,, membahagiakan dan ingin selalu membuat pacar tersenyum.

tapi semua itu kan ada caranya.. dan sekaligus agar dalam berpacaran menjadi lebih sayang dan lengket.
Simak penjelasan berikut ini !

  1. Pengertian.
    Pengertian dalam arti kita bisa memahami dirinya, apa yang ia butuhkan dan apa yang ia inginkan. Ketika kita sudah mengerti akan dirinya, kita harus bisa mencoba mengalahkan ego kita demi dirinya. Contohnya ketika ia ingin meminta waktu untuk bersama dengan teman- temannya maka kita harus mencoba untuk memberika waktu kepadanya. Kita harus percaya kepadanya, bahwa ia akan tetap setia pada anda. Dan jangan terlalu memprotect pasangan anda. Karena tentu ia tidak akan menyukai itu. Ya, memberikan waktu luang, kesempatan, atau hal yang menurut kamu nggak banget, biasanya itu akan membuat dia salut ke kamu.
  2. Perhatian.
    Mungkin bagi sebagian pasangan menganggap bahwa memberikan perhatian adalah hal yang sepele, namun justru perhatian dalam sebuah hubungan akan berpengaruh besar pada kelanggengan hubungan anda. Sekecil apapun itu, jangan pernah menganggap hal tersebut adalah sepele. Sekedar untuk diketahui, sikap perhatian adalah salah satu faktor utama yang bikin pasanagn anda semakin lengket dengan anda. Perhatian itu bisa berupa perhatian- perhatian yang sederhana, seperti menanyakan kondisinya.
  3. Jangan Monoton
    Dalam sebuah hubungan tentu sering timbul rasa kebosanan, karena merasa bahwa hubungannya seperti itu-itu saja. Atau merasa biasa – biasa saja. Nah untuk mengatasi hal tersebuat ialah jangan monoton dalam menjalin hubungan, ketika pasangan anda mulai bosan, cobalah untuk memberikan kejutan / surprise kepadanya. Bisa dengan memberikan sesuatu kepadanya atau mengajaknya kesuatu tempat yang belum pernah anda kunjungi sebelumnya, atau dengan melakukan hal-hal yang belum pernah anda lakukan. Seperti mungkin mengajaknya makan kesuatu tempat yang unik, Dan lain-lain tergantung kreativitas anda.
  4. Selalu ada di setiap waktu.
    Ketika pasanagn anda membutuhakan anda di sampingnya maka anda harus berusaha untuk ada di dekatnya. Hal tersebuat tentu akan membuat pasangan anda makin lengket dengan anda. Namun perlu di ingat juga bahwa sering bertemu juga terkadang bisa menjadi boomerang bagi hubungan anda, karena efeknya biasanya akan muncul rasa bosan dalam hubungan anda. Jadi anda harus pintar – pintar mengatur porsi waktu untuk pasangan anda.
  5. Berikan Panggilan sayang
    Panggilan sayang juga penting dalam sebuah hubungan, karena jika menggunakan pangilan sayang, pasangan anda akan merasa bahwa dirinya di istimewakan oleh anda. Dan dia pun tentu akan mengistimewakan anda.
  6. Jadikan dia menjadi yang terpenting!
    Maksudnya, setiap orang tentu ingin diutamakan oleh orang lain bukan ? mungkin diri anda juga begitu, . Nah ketika seseorang diposisikan sebagai orang yang penting dalam hidupnya, tentu ia akan merasa bahwa orang yang menganggap dirinya tersebut penting, akan melakukan hal yang serupa dengan anda. Sehingga akan timbul, timbal balik antara anda dan pasangan anda.
  7. Berusaha untuk menjadi seperti keinginannya.
    Ketika kamu menjalin sebuah hubungan, sebenarnya kamu harus menerima dia apa adanya. Tetapi yang namanya manusia nggak ada yang sempurna. Nah maka dari itu, setiap hal yang menurut dia nggak suka, cobalah untuk tidak melakukannya. Jika itu terasa sulit, coba untuk merubahnya pelan-pelan. Kalo rasanya juga nggak bisa, jangan lakukan di depannya. dengan begitu, si pasangan anda akan merasa bangga karena dia merasa telah memberikan perubahan terhadap diri anda ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi perlu di ingat, ini bukan berarti sifatnya di atur atau mengatur loh ya. Tapi kalau memang kamu sayang sama si dia, saya yakin anda akan melakukan hal apapun yang menurut anda masih dalam batasan, apalagi hal yang membuat anda ke arah yang lebih positif.

( Label: , , , , ) Read more

Selasa, 20 Agustus 2013

0 komentar

25 Tanda Cinta Sejati

Oleh Christine Akiteng

Kebanyakan dari kita, setelah banyak pengalaman dalam hidup, tentu tahu rasanya terlibat dalam suatu hubungan dimana chemistry terasa sangat kuat, tetapi sebenarnya satu sama lain saling menyakiti. Hubungan yang hanya berlandaskan chemistry dapat menyebabkan pemikiran dan perasaan negatif yang dapat berubah bentuk menjadi obsesi dan depresi. Lantas bagaimana dengan chemistry yang baik? Bagaimana kita tahu bahwa kita sudah menemukan orang yang tepat?
Silahkan simak 25 tanda berikut:
  1. Kamu merasa nyaman ketika bersamanya, seakan kalian telah saling mengenal satu sama lain sebelumnya.
  2. Kalian cenderung setuju dengan satu sama lain dalam berbagai hal.
  3. Kalian melihat satu sama lain berada pada posisi setara.
  4. Tidak ada yang merasa dikorbankan dalam hubungan ini.
  5. Kalian saling berbagi canda tawa sehingga hubungan kalian terasa spontan dan ringan.
  6. Kalian saling merawat dengan perhatian, apresiasi, penerimaan, kekaguman dan keceriaan.
  7. Kalian saling menikmati kebersamaan dalam suasana akrab yang memberikan arti pada kata “at home” dengan satu sama lain.
  8. Komunikasi kalian terbuka dan menjadi diri sendiri di depan satu sama lain.
  9. Kalian saling memberikan ruang untuk tumbuh menjadi individu mandiri.
  10. Kalian dapat berpikir objektif tentang hubungan kalian dan bersama-sama mencari solusi pada setiap permasalahan yang timbul.
  11. Kalian bersikap hangat, fleksibel, anggun dan berbelas kasih.
  12. Kalian dapat saling percaya dan memaafkan satu sama lain dengan mudah.
  13. Setiap masalah menjadikan kalian lebih dekat dan mengerti satu sama lain.
  14. Kalian saling melindungi (bukan posesif atau mengontrol) kehidupan pribadi kalian.
  15. Orang lain melihat hubungan kalian sebagai hubungan yang sehat.
  16. Tidak ada rasa takut kehilangan.
  17. Komitmen dan dedikasi terhadap satu sama lain adalah penting untuk menciptakan rasa aman sebagai pasangan.
  18. Ketertarikan fisik antara satu sama lain terasa sangat nyata.
  19. Kalian dapat menjadi ekspresif secara emosional.
  20. Kalian merasa aman antara satu sama lain yang menyebabkan kasih sayang antara kalian bertambah kuat.
  21. Bersama-sama, kalian dapat mengambil risiko besar karena kalian saling tahu kalian dapat mengandalkan satu sama lain.
  22. Terdapat energi positif antara kalian berdua yang menjadikan kehidupan lebih menarik dan menantang bagi kalian berdua.
  23. Semakin lama kalian bersama, semakin kuat ikatan antara kalian.
  24. Hubungan ini begitu mengubah hidup kalian sehingga kalian tahu jauh di dalam lubuk hati kalian bahwa kalian telah menemukan orang yang tepat.
  25. Kalian tahu kalian telah menjadi orang yang berbeda, orang yang lebih baik dari sebelumnya.
Kita boleh saja mengacuhkan informasi ini, tetapi akan lebih baik untuk jujur pada diri sendiri. Percayalah, keindahan dari kejujuran ini memiliki kekuatan yang nantinya akan membuat hidup kita jauh lebih bermakna, bahagia dan produktif.


Sumber
( Label: , , , , , , , , ) Read more

Minggu, 23 Desember 2012

0 komentar

Frafiez Love Story (Part 7) Akhir Sebuah Penantian

<p>Your browser does not support iframes.</p>
AKHIR SEBUAH PENANTIAN
Karya : Wardhina Ayu Wakhidatun

Aku hidup bukan untuk menunggu cintamu.
Sulit ku terima semua keputusan itu.
Yang kini hilang tersapu angin senja.
Masih sulit pula untuk ku lupakan.
Suram dan seram jika ku ingat kembali.
Mungkin harus ku biarkan semua kenangan itu,
agar abadi oleh sang waktu.

Pagi ini cerah, hangat mentari yang bersinar dan sejuk embun di pagi itu membuat semangat untuk menuntut ilmu makin bertambah. Ku percepat langkahku. Seusai sekolah, ada ekstrakulikuler seni tari dan aku pun mengikutinya. Masih belum beranjak dari tempat duduk ku. Dari arah belakang terdengar suara yang memanggilku.
“Idaaa, tunggu !”

Aku pun melihat ke belakang “Kamu Raff, ada apa kok sampai tergesa-gesa ?” tanyaku penasaran.

“Emmm, ada yang mau kenalan sama kamu !”

“Tapi Raff, udah mau masuk kelas seni tarinya”

“Ya telat dikit kan gakpapa”.

Aku tidak menjawabnya. Aku bergegas pergi menuju kelas seni tari. Aku simpan kata-kata Raffi tapi aku tidak memikirkannya disaat aku sedang mengikuti seni tari.
***

Hari ini aku sengaja berangkat pagi, aku ingin menikmati udara pagi, walaupun jarak antara rumah dan sekolah dekat. Sewaktu istirahat aku kembali ingat dengan kata-kata Raffi kemarin siang. Siapa dia? Anak mana? Namanya siapa? Berbagai pertanyaan mulai bermunculan di benakku. Hingga aku tak sadar jika aku sedang melamunkannya.

“Heyhey, mikirin siapa sih kamu?” Tanya Ega yang membuyarkan lamunanku.

“Ha? Aku gak mikirin apa-apa tuh!”

“Kok ngelamun sih? Haaa, masih keinget ya sama kata-kata Raffi kemaren?”

“Ehh, apaan sih, mentang-mentang pacar Raffi trus kalian ngejek gitu, ahh gak asyiik”

“Yaya, Cuma bercanda kok”

Tiba-tiba Raffi datang menemuiku. Entah apa lagi yang akan ia sampaikan kembali. Aku sendiri tidak berharap jika kata-kata itu lagi yang akan ia sampaikan.

“Daa, ikut yuk, dia mau ketemu kamu, tuh udah ditunggu di kantin” ajak Raffi.

“Ahh, engga ahh, biarin aja dia samperin”

“Kok gitu? Ya udah deh, ini kesempatan loh, kok malah kamu sia-siain” Ucapan Raffi didengar oleh Layla, yang juga saudara Raffi.

“Ehh, ada apaan nih, keliatannya seru! Ada apa sih Raff, kok gak bilang-bilang?”

“Gak ada apa-apa, udah nanti aku ceritain”

Bel masuk kelas pun berbunyi, aku segera masuk kelas. Dan aku mengikuti pelajaran yang berlangsung hingga usai. Pulang sekolah biasanya aku jalan sendiri, jarak rumah deket.

“Ciiye Idaa” goda Layla

“Ada apa sih?” tanyaku penasaran.

“Tuh, orang yang di depan gerbang pake tas item ada corak biru, itu orang yang mau ketemu kamu.”

“Ha? Siapa dia? Namanya siapa?”

“Dia Tyo, anaknya pendiem banget, dia sahabat karib Raffi sama Adi”

Tanpa kata-kata apapun aku bergegas pulang, dalam perjalananku aku memfikirkan semua hal yang Layla beritahu tadi. Yah, Tyo, aku masih tidak menyangka kenapa dia mau bertemu, kenapa harus lewat temennya? Ah mungkin dia malu. Ya udahlah.
***

Hari ini mulai muncul kabar buruk, banyak yang menyangka bahwa aku ini adalah pacar Tyo, padahal bukan sama sekali. Aku kenal sama dia aja baru kemarin. Di sela-sela pelajaran aku gunakan untuk menuliskan sebuah kata-kata. Sepertinya aku memang benar-benar jatuh hati pada Tyo, “ahhh, kenal langsung aja belum kayaknya mustahil deh” kata itu selalu muncul di benakku.

Saat jam istirahat, aku selalu melewati kelasnya. Aku selalu melihat tingkah lakunya, yang terkadang membuatku tersenyum-senyum sendiri. Oh mungkin inikah cinta? Aku pernah merasakannya tetapi aku tak ingin merasakannya lagi untuk saat ini.

Setelah kita kenal begitu lama, aku mengenal dia dengan ramah, dengan baik, walaupun diantara kita tak pernah ada satu perkataan. Tiba-tiba semua perasaanku menjelma, berubah entahlah seperti apa isi otakku. Aku menyukainya, aku menyayanginya. Aku yakin dia pun begitu, tapi aku tidak pernah pecaya itu, aku tidak pernah percaya bila ia menyukaiku juga, aku hanya berharap begitu banyak padanya.

Hari ini ekstra pramuka sebenarnya, aku sama Tyo mau bicara tapi dia tetap tidak mau. Dia tetap tak membuka kesempatan untuk perasaan kita. Tapi aku masih yakin bila dia benar-benar mencintaiku. Sore itu aku hanya pulang dengan semua mimpi ku yang telah pupus. Aku tak membawa secuil harapan lagi untuk rasaku ini.
***

Malam ini aku tulis surat untuk nya. Aku harap ada sedikit respon darinya. Dan respon itu tidak membuatku patah hati dan patah semangat. Aku tahu Tuhan pasti mengerti disetiap mimpi dan harapanku.

Setelah selesai aku pun tidur. Hari ini aku sengaja bangun pagi, selain aku piket aku juga ingin melihatnya lebih awal, hehe. Aku datang pertama di sekolah, datang pertama juga di kelas, aku langsung piket, bersihkan semuanya. Setelah selesai, aku kasih surat itu langsung ke dia. Aku tak pernah mengira hal buruk apapun akan menimpa kita setelah surat itu kau baca. Tiba-tiba Imma datang mengetuk pintu kelasku. Dia meminta ijin dahulu, lalu memanggilku untuk menemuinya. Aku yang bingung, langsung saja aku menurut.

“Nich surat dari Tyo!” kata Imma sambil memberikan surat dari Tyo.

“Apa ini? Jawaban suratku tadi pagi ya?”

“Iyaa, baca aja, dia bilang dia minta maaf kalo udah nyakitin perasaan kamu, dia gak bermaksud kayak gitu, ya udah baca aja.”

“Iyaa, makasiih udah ngaterin suratnya, aku titip salam buat dia”

Seketika aku menangis, air mata ini sudah tak bisa ku tahan lagi. Tetes demi tetes mulai membasahi wajahku. Lalu ku hapus lagi begitu pun seterusnya. Aku masuk kelas dan aku lanjutkan pelajaran yang sempat tertunda, aku anggap saja ini semua tidak pernah terjadi.

“Ada apa sih, Yuk?” Tanya Ega.

“Di.. dia.. dia udah jawab semuanya” kataku terbata-bata

“Jawab apa? Bukannya diantara kalian itu tak pernah ada apa-apa?”

“Dia gak suka aku Ga, aku sih fine tapi kenapa sih yang nganter harus Imma, dulu pas kamu sama Raffi putus, Imma juga kan yang nganter?”

“Iya ya, kok aku lupa ya? Ya udah deh, kamu yang sabar aja, cowok itu gak Cuma satu kok, gak Cuma dia doang”

“Iyaa Ga, makasiih” jawabku sambil mengusap air mataku

“Iya sama-sama”
***

Sulit menjalani hari tanpanya lagi, walaupun kita hanya sebatas gebetan, tapi ternyata hal itu membuat kita menjadi bersahabat. Berbulan-bulan aku nanti jawabanmu lagi. Tapi ternyata jawaban itulah yang sudah kamu tetapkan. Aku hanya pasrah, aku menangis, bagaimana tidak jika seseorang yang aku sukai ternyata telah membuatku menangis.

Aku berharap suatu saat nanti Tuhan mempertemukan kita, dan Tuhan izinkan kita bersama. Jika Tuhan tidak mentakdirkan kita bersama biarlah perasaan itu menjadi sebuah kenangan masa SMP kita.

*THE END*


Biodataku 
Nama : Wardhina Ayu Wakhidatun
Facebook : Adhina Wakhidatun
Twitter : @wardhina_ayu
( Label: , , , , , , , ) Read more

Jumat, 21 Desember 2012

0 komentar

Frafiez Love Story (Part 5) Teddy Bear

Teddy Bear
Oleh Rai Inamas Leoni

Aku menatap kosong lembar jawaban matematika diatas mejaku. Semua rumus yang aku pelajari semalam menguap begitu saja. Kulirik jam dinding, tinggal sepuluh menit untuk menyelesaikan lima soal ini. Sementara beberapa siswa sudah selesai mengerjakan soal dan mulai meninggalkan bangku mereka. Kupandangi kertas jawabanku, tak ada yang berubah. Tetap kertas putih yang hanya tertulis lima soal tanpa jawaban. Aku tertunduk lesu lalu perlahan kupejamkan mataku. Berharap semua bisa berubah…
***

Prang!!!! Bunyi vas bunga terdengar nyaring menyentuh lantai . Otak ku segera memperoses apa yang terjadi. Aku tau suara vas berasal dari ruang tamu dan tentu saja Ayah pasti kalah judi sialan itu. Buru-buru aku mengunci pintu kamar rapat-rapat. Kupeluk kamus Bahasa Inggris ku, berharap benda ini dapat melindungiku dari sesuatu. Mengingat sebulan terakhir keadaan rumah tak ubahnya seperti neraka.

“Dasar anak tak tau diri!! Sudah Ayah bilang untuk berhenti sekolah dan mulai mencari pekerjaan. Lihat kalau begini nasi pun tak ada!!” Teriak Ayah dari ruang tamu. Kudengar Ayah mulai membanting sesuatu lalu memaki segala jenis penghuni kebun binatang.

“Dimana kamu Tasya?! Tasya!!!” Ayah mulai kehilangan kendali. Detik berikutnya pintu kamarku yang menjadi sasaran. Ayah mulai menggedor pintuku dan mulai meneriaki segala ancaman jika aku tidak membukakan pintu. Percuma Ayah, aku selalu berlajar dari pengalaman, aku tak mau teman-temanku melihat pipiku memar lagi. Ujarku dalam hati.

Aku menghela nafas lalu berjalan menuju tempat tidurku yang terlihat kontras dengan boneka Teddy Bear milik ku. Teriakan Ayah kujadikan sebagai sebuah nyanyian gratis. Sejenak aku memandangi kamar kecil yang baru setahun kutempati.Beda sekali dengan kamarku yang dulu. Walau bukan dari keluarga kaya raya namun kamarku yang dulu berisi fasilitas lengkap seperti lemari, komputer, meja belajar bahkan TV walaupun 14 inci. Sedangkan kamar ini hanya terdapat ranjang kecil yang sudah kusam dan lemari tua di sudut ruangan.

“Hidup yang kejam!” Tanpa sadar aku bergumam pada diri sendiri. Buru-buru aku menutup mulutku dengan boneka Teddy Bear. Rasanya Ayah mendengar ucapanku tadi.

“Ayah tau kamu ada di dalam!! Buka pintunya!!” Ayah berteriak lagi. Namun teriakannya kali ini lebih mirip orang yang sedang mengigau. Rupanya hari ini Ayah terlalu banyak minum. “Tau begini aku tak akan mengadopsi anak brengsek ini. Dasar anak sialan!” Usai berkata demikian, Ayah mulai bernyanyi lagu-lagu yang tak pernah kudengar lalu beranjak pergi menuju ruang tamu. Sudah menjadi kebiasaan Ayah menyanyikan lagu-lagu yang aneh jika sedang mabuk berat. Dan kalimat terakhir yang diucapkan Ayah, juga karena efek alkohol bukan?

“Karena anak sialan itu istriku kabur dengan lelaki lain, usaha yang kubangun susah payah juga bangkrut karenanya.” Sejenak Ayah tertawa. “Benar-benar anak pembawa sial. Pantas orang tua kandungnya tak mau mengasuhnya…” Ujar Ayah seolah-olah berbicara dengan orang lain.Aku membeku mendengar ucapan Ayah.Sakit rasanya mendengar hal yang selama ini tak ingin aku dengar.
***

Matahari sudah terbenam sekitar beberapa jam yang lalu ketika aku menyusuri sebuah gang kecil. Rumah ku yang baru terletak di ujung gang kecil ini, luas rumah itu hanya setengah dari luas rumahku yang dulu. Aku menendang kerikil yang ada di depanku.Rasanya dunia memusuhi ku akhir-akhir ini. Semua berawal dari usaha Ayah yang ditipu seseorang setahun yang lalu. Ayah mengalami kerugian yang besar hingga tak mampu membayar hutang di bank, yang awalnya digunakan untuk modal usaha. Lalu semua berjalan begitu saja seperti mimpi buruk. Rumah kami disita oleh pihak bank, Ayah membeli rumah kecil dengan uang tabungan yang tersisa, Ibu membuat kue kering dan menjual kepada tetangga sementara Ayah mencari pekerjaan baru.

Aku tak tau apa yang terjadi dengan Ayah selanjutnya. Ayah yang dulu ku kenal ramah dan humoris berubah menjadi Ayah yang suka berjudi dan mabuk. Sering ku dengar Ayah dan Ibu bertengkar karena Ayah meminta uang untuk berjudi hingga berujung pada perceraian mereka. Setelah perceraian itu biaya sekolah hingga makan sehari-hari ditanggung Ibu yang sebulan sekali mengirimi aku uang. Sebenarnya Ibu sudah berkali-kali menyuruhku ikut dengannya, mengingat usaha kue Ibu berkembang pesat apalagi kini Ibu sudah menikah. Namun aku selalu menolak karena tak tega meninggalkan Ayah sendiri. Aku tersenyum pedih mengingat semua hal itu. Ayah? Ibu?

“Mereka bukan orangtua ku!!”Teriak ku parau.Ya, aku bukan anak kandung mereka. Orangtua kandungku tega meninggalkan ku di panti asuhan ketika usia ku menginjak 3 bulan. Kemudian saat aku berumur 7 tahun, Ayah dan Ibu datang untuk mengadopsiku. Sejak saat itu aku menjadi anak mereka. Ayah sering membelikan boneka Teddy Bear untuk ku, mulai dari ukuran terkecil hingga yang paling besar. Sementara Ibu selalu menjadikanku sebagai asisten koki saat beliau membuat kue. Ayah dan Ibu sangat menyayangiku seolah-olah aku ini anak kandungnya. Kami benar-benar keluarga yang bahagia. Tapi itu dulu. Kini semua telah berubah.

“Nak Tasya..” Panggil seseorang dari belakang. Aku menoleh dan mendapati Pak Kino tersengal-sengal seperti dikejar setan. Saat itu aku baru menyadari bahwa aku sudah berada di depan rumahku.

“Ada apa ya Pak Kino?” Tanyaku sopan.Pak Kino adalah pemilik rumah sebelah.

“Anu.. Bapak baru saja..dari rumah sakit..” Ujar Pak Kino terbata-bata sambil mengatur nafas.

“Bapakmu ada di rumah sakit.. Bapakmu dikeroyok penagih hutang..”

Aku diam mendengarkan penjelasan Pak Kino?Penagih hutang?Pasti hutang judi.Bukankah lusa lalu penagih hutang sudah mengambil semua barang-barang di rumah?Radio, televisi, bahkan kursi pun juga diambil.Ragu-ragu aku menatap Pak Kino.

“Rumah sakit mana?”Tanyaku lirih.Tanpa sadar mataku terpaku pada boneka yang bergelantung di tangan Pak Kino.
***

“Dokter pasti salah!! Ayah saya masih hidup!!” Teriakku memecah keheningan.Bibirku bergetar, pandanganku buram.Tangan kananku memegang boneka Teddy Bear berukuran kecil yang sudah terciprat darah.Namun bentuknya sudah tak karuan seperti sudah terinjak.Boneka ini ditemukan Pak Kino saat menyelamatkan Ayahku dari orang-orang suruhan Bandar judi.

“Ayahku masih hidupkan, Pak Kino? Dokter ini pasti bercanda kan?” Tanyaku pada Pak Kino.Pak Kino menatapku nanar, seolah tak mampu berbicara padaku.

“Maafkan saya, saya sudah berusaha semampunya. Namun Ayah anda terlalu banyak kehilangan darah. Terjadi pendarahan hebat di bagian otak beliau akibat terbentur benda tumpul.”Dokter berusaha menenangkanku.

Tak kuhiraukan pandangan orang-orang yang menatapku dengan prihatin.Kaki ku dengan cepat menerobos masuk ruang UGD. Kulihat Ayah terbujur kaku diatas tempat tidur. Matanya terpejam damai walau wajahnya mengalami memar.“Ayah…” Ucapku lirih. “Ayah pasti sedang tidur kan? Besok pagi Ayah akan bangun lalu meminta uang kepadaku untuk judi sialan itu kan?” Tanyaku pelan.Dua suster menarikku untuk menjauh dari Ayah.Dengan kasar aku menepis tangan mereka kemudian berjalan menghampiri Ayah.

“Ayah bangun!!!!” Teriak ku kesetanan.“Ayaaah!!!!”Aku mulai mengguncang-guncang tubuh Ayah.Tanpa sadar tanganku bersentuhan dengan lengan Ayah.Dingin. Aku tak mampu merasakan kehangatan yang dulu sering Ayah berikan. Saat aku berulang tahun, saat aku mendapatkan rangking, atau saat Ayah membelikanku sebuah boneka. Rasa hangat itu telah hilang, telah memudar.Sebuah teriakan menyadarkan ku.Entah sejak kapan Ibu ada disebelahku. Memeluk ku sambil menangis meneriaki nama Ayah. Di samping Ibu, aku melihat Oom Dharma yang tertunduk lesu.Oom Dharma adalah seseorang yang sudah menggantikan posisi Ayah di mata Ibuku.Aku merasa wajahku mulai memanas.

“Ayaaaah… Jangan pergi…” Ujarku pelan lalu menangis sambil memeluk boneka Teddy Bear.
***

Aku membuka mata.Semua sudah berubah, ujarku dalam hati.Sebulan berlalu sejak kematian Ayah. Orang yang mengkeroyok Ayah sudah ditangani pihak berwajib. Aku memutuskan untuk menerima tawaran Ibu untuk tinggal bersamanya.Lagi pula Oom Dharma orang yang baik. Ayah pasti sedang tersenyum menatapku kini, tentu saja dari suatu tempat yang bernama surga. Aku tak peduli Ayah merupakan orang tua angkat ku. Bagiku Ayah ya Ayah. Seseorang yang selalu memberikan kehangatannya melalui boneka-boneka Teddy Bear, boneka favoritku dari kecil.

Tak tau apa yang terjadi, dalam sekejap aku bisa mengingat semua rumus yang semalam aku pelajari. Dengan lincah tanganku menulis rumus, lalu memasukan angka-angka dan mulai menghitung. Aku baru menyelesaikan tiga soal ketika Bu Risna, guru matematika di SMA Bhineka, menyuruh semua siswa untuk mengumpulkan kertas ulangan. Kudengar nada-nada kecewa dari beberapa teman. Ternyata bukan hanya aku yang tidak berhasil menjawab semua soal. Tak sengaja aku menatap ke luar jendela. Langit pagi ini terlihat cerah. Aku tersenyum dan mulai beranjak meninggalkan bangku ku. Ayah, berjanji lah untuk bahagia disana. Bisikku dalam hati lalu berjalan menghampiri teman-temanku.
SELESAI

Rai Inamas Leoni
SMAN 7 Denpasar
( Label: , , , , , , , , ) Read more
Best viewed on firefox 5+
Frafiez Family © 2009 - 2014. Keep Cheerful for Shared