Twitter: @Glissandio
Tampilkan postingan dengan label mengharukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mengharukan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012

0 komentar

Frafiez Love Story (Part 2) You Are My Destiny

Langit tampak mendung, sepertinya akan turun hujan. Pandanganku beralih pada seorang cowok yang berdiri dekat pintu. Cowok berkulit putih dan berbadan cukup tinggi namun sedikit kurus. Tara,itulah namanya. Aku mengenalnya sejak lama, namun dia tak mengenalku. Hanya sejak kita masuk SMA yang sama dia jadi kenal padaku.
 

Namaku Nira Revita, biasa di panggil Rita.

"hey, ngelamunin apa sih?"suara itu mengagetkanku. Suara sahabatku, Zahfa.
"eeh, gak kok"jawabku dg agak gugup.
"kamu gk pulang Rit? udah mau hujan loh"
"aku nunggu jemputan zah, kamu duluan aja gak apa2"
"kenapa gak bareng si Tara aja sih,arumah kalian kan searah"
"gak zah,atakut ngerepotin dia"
"oo ya udah duluan ya?"
Aku hanya menganggukkan kepala.
***
Keringat membasahi tubuhku, ku rapikan segera perlengkapan untuk kegiatan persami di SMA baruku.
Jangan sampai aku telat dan kena hukuman dari kakak-kakak osis.Tapi harapanku sia-sia, baru saja ku melangkahkan kaki masuk ke sekolah kakak-kakak osis sudah menunggu di pintu dengan wajah yang kelihatan marah.
"cepat masuk! Niat ikut kegiatan ini gak sih? Gak disiplin banget datang telat!" kata salah seorang dari mereka.
"iya kak, maaf saya telat" jawabku.
           Setelah terbebas dari kemarahan mereka aku segera masuk menemui zahfa yang kebetulan satu regu denganku.
           Acara persami berjalan dengan lancar, tiba waktunya kita untuk pulang ke rumah masing-masing. Aku menunggu ayah menjemputku, Ku lihat Tara yang berjalan dengan lemas dan wajah yang pucat. mungkin dia kelelahan karena semalam dia kena hukuman gara-gara anggota kelompoknya banyak yang melanggar peraturan.
           Dia duduk tak jauh dari tempatku berada, tiba-tiba ada yang membasahi pipiku. Apa, air mata? Aku menangis, tapi mengapa aku menangis? Aku menangisi keadaan Tara yang spt itu.
Apa artinya ini?
***
Setelah kejadian hari itu aku merasa ada yang berbeda pada diriku ketika melihat Tara, ada getaran, ada perasaan lain di hatiku. mungkinkah aku jatuh cinta padanya?
Jantungku berdegup kencang ketika di dekatnya, dan aku merasa rindu jika dia tak ada. Tapi apakah ini perasaan yang benar? baru pertama kali ku rasakan perasaan seperti ini.
Seminggu berlalu dan perasaanku semakin tak menentu.kali ini ku benar-benar yakin bahwa aku jatuh cinta pada Tara.dialah cinta pertamaku. Namun betapa kecewanya diriku ketika tau bahwa tara ternyata telah memiliki seorang kekasih. Aku benar-benar patah hati saat itu.
            Sahabat baikku, fita menyuruhku untuk sabar namun meski begitu aku tak pernah bisa melupakan tara.aku begitu menyayanginya. Hingga 3 bulan berlalu aku mendengar berita bahwa tara sudah putus dengan pacarnya, betapa bahagianya aku mengetahui hal itu.entah karna apa tiba-tiba saja aku dan tara menjadi sangat akrab. Aku dan tara jadi lebih sering ngobrol dan bercanda lewat sms. Namun aku tetap tak pernah berani mengungkapkan apa yg sesungguhnya aku rasakan pada Tara. Aku hanya mampu memendam perasaan cinta ini dalam hatiku.
Hingga suatu ketika kecerobohankulah yg mengungkap rahasia itu.
            Salah seorang temanku tidak sengaja membaca coretan di Diaryku bahwa aku menyukai tara. Entah apa yang dia lakukan sehingga Tara kemudian tau hal itu dan dia menjauhiku. Aku sangat menyesal mengapa aku begitu ceroboh meletakkan buku itu di atas meja dan meninggalkannya begitu saja sehingga ada orang lain membacanya. Kini hubunganku dengan Tara tidak lagi seperti kemarin-kemarin, dia terlihat menghindari dan menjauhiku. Aku semakin tersiksa dengan perasaanku sendiri. Apa yg kini harus ku lakukan??
***
             Waktu kelulusan sekolah telah tiba.tak terasa 3th sudah ku menempuh pendidikan di SMA ini, dan selama itu pula rasa cintaku untuk tara masih belum bisa mati. Setelah lulus SMA aku meneruskan pendidikanku ke salah satu Universitas Negeri di kota Malang bersama Fita.sedangkan Tara, aku tak pernah tau lagi kabar dan keberadaannya sekarang. Aku berfikir mungkin kami memang tak berjodoh,mungkin Tara dan aku memang tak di takdirkan untuk bersama.
***
"Tiiiit"suara klakson berbunyi. Aku berteriak histeris sambil menutup mata ketika sebuah mobil berkecepatan tinggi melaju ke arahku.
"kau tidak apa-apa?"tanya seseorang padaku.
"aku tidak a..."bicaraku terhenti ketika ku lihat orang yang sedang bertanya padaku ternyata adalah Tara.
"Ta..ta..Tara??"ucapku terbata-bata.
"heh?Rita kan?"jawabnya.
Aku sangat bahagia akhirnya bisa bertemu Tara lagi. Tara kemudian mengantarku pulang setelah kami saling bertukar nomor handphone.
***
"Drtz..drtz"handphone di saku celanaku bergetar.terlihat nama Tara di layarnya,segera ku tekan tombol buka.
"Ku tunggu di taman sekarang"
Aku loncat-loncat kegirangan membaca sms dari Tara. Segera saja aku ganti baju dan pergi menemui Tara..
(Di Taman)
"Tara mana ya?"gumamku dalam hati. Tiba-tiba ada yang menutup mataku dari belakang.
"Rita,aku punya kejutan buat kamu"Suara yang sangat ku kenal.iya,itu suara Tara.
Dia menuntunku hingga ke suatu tempat dan melepas tangannya dari mataku.
Seakan tidak percaya dengan apa yg baru saja ku lihat,aku mengucek-ngucek mataku. Dan ternyata aku tidak menghayal, di sekelilingku terdapat banyak lilin dan Tara, ia tersenyum manis padaku.
"Rita, aku ingin mengakui sesuatu. Aku minta maaf selama ini aku nggak bisa jujur sama perasaanku sendiri. sebenarnya dari dulu aku sayang sama kamu tapi aku gak bisa ungkapin semua itu karna aku takut bakal nyakitin kamu.dan sekarang kita ketemu lagi, aku yakin kalau aku bener-bener sayang sama kamu dan takdirlah yang mempertemukan kita.
“Rita,Maukah kamu menjadi bagian dari hidupku dan temani aku hingga masa tuaku?"
"Tara... Aku juga sayang sma kamu."
"jadi,kamu mau?"
"iya,aku mau"
Aku sangat bahagia mendengar ucapan tara. Tara menyatakan cinta padaku,
Aku selalu berfikir kalau Tara bukan takdirku, dia bukan jodohku. tapi ternyata ku salah! dia adalah cinta pertama dan juga cinta terakhirku. Dialah orang yang menjadi pelengkap dalam hidupku, tulang rusukku, cinta sejati dalam hidupku.

~THE END~


Profil Penulis
Nama : Ni’matul Khoiriyyah
Nama Pena : Ranti Anastasya
Tanggal lahir : 14 Agustus 1996
Pekerjaan : Pelajar
Facebook : Ayra Nirmala Raya Pratiwi
( Label: , , , , , , , ) Read more

Senin, 17 Desember 2012

0 komentar

Frafiez Love Story (Part 1) BITTERNESS BECAME HAPPINESS

“Cerri, gimana? Kamu masih belum berani juga untuk kenalan sama dia?” tanya Krystie, Ia adalah temanku yang paling setia sekaligus cerewet dan tidak henti-hentinya mendesak aku untuk berkenalan dengan orang itu.

“aku nggak berani Krys, dia nggak seperti anak laki-laki yang lainnya. Dia itu...”

“misterius kan maksudnya? Aku udah bosen dengar alasan kamu itu.” sela Krystie secepat kilat. Ia mendengus kesal dan memasang wajah bete.

“sudahlah Krys, lagipula aku tidak berharap lebih darinya. Aku hanya mengagumi kemisteriusannya saja, jadi, cukup bagiku untuk menyukainya tanpa harus Ia mengetahuinya.” ucapku lalu menampilkan seulas senyum manis yang dibuat-buat.

Krystie yang saat itu sedang berbaring ditempat tidurku langsung bangkit dan duduk disampingku. “kau memang bodoh sekali Cerri.” Katanya.

Aku tidak marah. Aku sadar bagaimana jika aku diposisi Krystie, sebagai seorang sahabat yang selalu mendengarkan curahan hatiku, Ia tentu merasa kesal karena mempunyai sahabat yang bodoh dan penakut seperti diriku. Wajar jika Krystie berkata begitu, mungkin kesabarannya dalam menghadapi sikapku sudah sampai pada puncaknya. Ini pertama kalinya aku menyukai seseorang. Pria yang sedari tadi aku dan Krystie bicarakan adalah Joe, nama panjangnya yaitu Jonathan Andrews. Joe adalah teman sekelasku saat duduk dibangku SMA kelas 10. Sejak pertama melihatnya aku langsung mengaguminya, tetapi bukan karena faktor wajah tampannya saja, namun sifatnya yang dingin dan misterius membuat aku semakin menyukainya. Sayangnya, ketika menginjak kelas 11 kami harus berpisah. Meskipun kami berada dijurusan yang sama yaitu IPA, tapi kelas kami berbeda. Namun takdir kembali mempertemukan aku dengan Joe. Dikelas 12 kami sekelas dan aku merasa sangat senang. Tetapi entahlah, walaupun sekelas, Joe dan aku juga sama sekali tidak pernah berbicara. Semua orang dikelasku sudah pernah berbicara dengannya meskipun hanya beberapa kalimat, aku juga ingin seperti mereka!

***

“Cerri, ini tugas Kimia milikku.” Ujar seseorang yang amat aku hafal suaranya.

Aku yang tadinya sedang tertidur, meletakkan kepalaku dengan malas di atas meja sambil menutupi wajah dengan cardigan lalu seketika terbangun dan menatapnya yang berdiri tepat dihadapanku. Jonathan Andrews! Ia akhirnya berbicara dengankku!

“o-oh, i-iya, terimakasih.” Kataku gelagapan.

Dan tanpa aku sadari kini Krystie tengah berdiri disamping Joe. Ia mengedipkan satu matanya kearahku. “Joe, ada beberapa hal yang ingin Cerri sampaikan kepadamu. Bisakah kau bertemu dengannya seusai jam sekolah nanti di taman belakang?” oh my God! Krystie rupanya benar-benar sudah gila. Ia tidak bisa lagi menahan rasa kesalnya, d-dan berani-beraninya Ia mengatakan hal itu. Tetapi sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, lagipula, aku yakin Joe juga tidak akan mau. Ia adalah orang yang sibuk. Kesehariannya selalu diisi dengan bermain futsal bersama teman-temannya. Jadi, untuk gadis seperti aku rasanya tidak layak memohon kepada Joe agar meluangkan sedikit waktunya.

“Ok.” Jawabnya singkat kemudian berlalu menuju tempat duduknya. Aku hampir tidak percaya bahwa Joe baru saja mengatakan ‘Ok.’ Ia memenuhi permintaan konyol yang dibuat oleh Krystie.

“ohlala~ Cerri my bestfriend, kau sungguh beruntung! Ini berarti, Joe mungkin saja mempunyai perasaan terhadapmu!” Aku tidak mengerti maksud perkataan Krystie. Joe mungkin saja mempunyai perasaan terhadapku? Itu tidak mungkin terjadi.

“apa maksudmu? Apa kau sudah gila Krys?” aku kembali meletakkan kepalaku di atas meja dan bersiap untuk tidur. Arah pembicaraan Krystie aku rasa sudah melayang ke benua Eropa. Ia semakin ngelantur.


Krystie menggembrak mejaku ringan lalu berbisik. “kau tau tidak? Aku berkata seperti itu kepada Joe karena hanya ingin mengetesnya saja. Aku mendapat info, hari ini sehabis pulang sekolah Ia harus menghadiri latihan futsal dan tidak boleh sampai telat, hukumannya bagi yang telat adalah dicadangkan. Tetapi, buktinya, Joe mengiyakan untuk mendengarkan hal yang ingin kau sampaikan Cer! Jadi, aku harap kau tidak mengacaukan rencana yang sudah kubuat dengan sangat sempurna. Lakukan yang terbaik. Katakan apa isi hatimu yang sebenarnya padanya, setelah itu kalau kau malu, kau boleh menghilang dari hadapannya.”
***

Dengan langkah yang kaku aku terus berjalan melalu koridor sekolah menuju taman belakang sekolah. Aku benar-benar sangat gugup saat ini! Aku tidak tahu mau memulai pembicaraan dari mana. Andai saja Krystie bisa menemani aku lalu mengumpat dari belakang tembok sambil memperhatikanku, mungkin aku bisa sedikit lebih rilex. Tetapi, kenyataannya Krystie sudah pulang terlebih dahulu. Ia bilang bahwa mamanya meminta Ia membantu untuk memasak makan malam bersama dengan keluarga besarnya. So, I’m totally alone here.

Murid-murid pun sudah hampir tidak kelihatan, seluruhnya sudah kembali ke rumah masing-masing. Hanya beberapa yang aku lihat masih berada di dalam kelas karena sedang mengerjakan tugas kelompok dan semacamnya. Aku semakin gemetaran. Keringat dingin mulai mengalir dari wajahku, aku sudah berada di gerbang taman belakang sekolah, aku hanya perlu membukanya untuk melihat Joe yang mungkin berada di sana.

*Kriet*

Itu dia Joe! Tetapi ia tidak sendiri. Aku rasa sebentar lagi pipiku akan basah dibanjiri oleh air mata. Aku sungguh tidak ingin melihat hal ini. Kenapa harus aku yang menjadi saksi? Ini benar-benar menyayat hatiku. Rasa cintaku pada Joe hancur menjadi kepingan. Bodohnya, bukannya lekas pergi tapi aku terus berdiri terpana. Benar seperti apa yang dikatakan Krystie kalau aku ini memang bodoh. Bahkan disaat Joe sedang bericuman dengan Arissa, wanita yang paling cantik disekolahku, aku tidak berkutik dan hanya mematung dengan mata terbelalak digenangi air mata.

“Cerri?!” sahutnya lantang. Ah, rupanya Joe sadar bahwa aku memata-matainya. Ia melepaskan bibirnya yang terpaut dengan Arissa lalu dengan terburu-buru menghampiriku.

Yang lebih menyedihkan lagi, aku bukannya lari dan menjauh dari sana karena telah mengganggu kebahagian mereka, tetapi malah terdiam tak dapat bergerak barang sesenti.

“Cerri, aku ingin menjelaskan sesuatu, tolong dengarkan aku dulu.” Nada suara Joe yang memelas memasuki telingaku. Aku bisa mendengarnya dengan sangat jelas tetapi aku tidak meresponnya, aku hanya membisu di tengah kejadian yang memilukan ini.

“aku menyukaimu Cerri.”

Perkataan macam apa itu? aku tertawa sumbang dalam hati. Kalau kau menyukaiku, mengapa kau mencium wanita lain dengan sangat mesra? Lagi-lagi aku tidak menanggapi apa yang Joe ucapkan.

Pria itu memegang kedua pundakku dan menggoncang-goncangkannya. “katakan sesuatu Cerri! Aku tau saat ini kau kecewa kepadaku, jika itu yang ada di dalam hatimu, katakanlah!” nada suara Joe semakin meninggi. Wajahnya memerah menahan kesal karena aku tidak memberikan reaksi apapun.

Aku menundukkan kepalaku menghadap rerumputan. Aku menarik nafas sebanyak mungkin lalu menatapnya dan berkata. “kau bukan siapa-siapaku, untuk apa aku harus kecewa? Maaf aku mengganggu kesenanganmu. Silahkan lanjutkan.” Aku harap perkataanku cukup meyakinkan. Aku membalikan badanku dan melangkah pergi dari tempat terjadinya peristiwa yang tidak akan pernah aku lupakan.

Baru 3 langkah aku berjalan, seseorang yang sudah pasti adalah Joe menghentikanku. Ia menggenggam pergelangan tanganku dengan kencang, kemudian menariknya. Seperti sedang berdansa, aku yang tadinya memunggungi pria itu seketika berputar 360°. Joe melingkarkan tanganya pada pinggangku, Ia menahan agar aku tidak terjatuh kebelakang dan berakhir dengan membenturkan kepalaku. Pose semacam ini, yang biasanya hanya aku lihat di film, yang biasanya aku bayangkan, yang selalu aku impikan, andai aku bisa merasakan hal romantis seperti itu, walau hanya sekali dalam hidupku aku ingin impianku menjadi kenyataan. Sekarang, apa yang aku harapkan sudah terjadi, dan orang yang sangat istimewa bagiku yang memperlakukan aku seperti adegan di film-film tersebut.

“Arissa tiba-tiba saja datang kepadaku dan ia berkata bahwa ia akan berhenti menghalangi setiap wanita yang mendekatiku kalau aku mau menciumnya. Saat itu aku berfikir, aku melakukannya hanya untukmu Cerri. Dan Arissa adalah alasan mengapa selama ini aku tidak berani mendekatimu, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu. Ia bisa saja melukaimu kalau Ia tau kau menyukaiku, dan terlebih lagi aku juga menyukaimu. Ia pasti tidak akan melepaskanmu.” Jelas Joe.

Jadi, selama ini semua karena Arissa? “bagi Arissa apa arti dirimu untuknya?”

“bagiku Joe adalah cahaya yang menerangi gelapnya hidupku.” Sahut suara itu. Ah, Arissa masih di sana ternyata. “Aku sudah mengenalnya sejak kecil, jadi dia adalah milikku. Tidak ada yang boleh dekat dengannya selain aku.”

“aku tidak pernah menyukaimu Arissa! Wanita yang ada di didalam hatiku hanya Cerri seorang!” kata Joe setengah berteriak.

Aku tidak tahan dengan hal ini. Aku tidak ingin lagi terlibat. Aku ingin keluar dari lingkaran yang selama ini aku masuki. Aku melepas pertahanan Joe dan berlari menjauh dari sana.

Dari kejadian itu aku sadar. Tidak semua yang aku ingini menjadi milikku. Banyak orang di luar sana yang berebut akan satu hal yang sama, dan yang lebih parah, orang yang diperebutkan tersebut tidak tau bahwa selama ini Ia telah menyakiti hati orang yang memperebutkannya karena Ia tidak berani memilih satu diantaranya. Aku mengalah, aku mundur. Aku akhirnya sadar bahwa aku selama ini tidak yakin dengan perasaanku kepadaku Joe. Jika aku benar-benar menyukainya aku pasti mempertahankannya, aku pasti tidak akan pergi dari tempat itu, berdiri di samping Joe dan memihak kepadanya.
***

“kau sudah puas, hah?” tanyaku menantang.

Pria di depanku ini tertawa riang lalu kemudian menyeruput teh hangat dihadapannya. “aku senang kau akhirnya mau menceritakan tentang masa lalu mu Cerri. Pantas saja selama ini aku seperti merasa dinomer duakan, ternyata karena Jonathan Andrews, si cinta masa lalu kekasihku ini.”

“sudahlah Pierre, jangan menggodaku terus! Itu hanya masa lalu, kau tau?” aku merapatkan mantelku dan menggosok-gosokkan kedua telapak tanganku di dekat perapian karena udara musim dingin di Paris semakin parah. Pierre pun ikut-ikutan melakukan hal yang sama sepertiku.

Pria bermata hijau pudar itu tiba-tiba menggapai tanganku dan menggenggamnya, Ia menatap lurus mataku. “lihatlah aku seorang. Jangan menoleh ke belakang, ke kiri, atau ke kanan. Aku akan selalu berada disisimu. Cerri, ingatlah kata-kataku, kau hanya akan memandang ke depan bersamaku.” Lalu Pierre menarikku masuk kedalam pelukannya. Ia mendekapku erat dan membelai lembut rambutku.

Aku tersenyum, mengela nafas dalam rangkulan hangat Pierre. “kau tidak perlu khawatir. Semua yang aku ceritakan hanya tinggal kenangan. Dari awal aku hanya melihat kearahmu. Aku tidak pernah menoleh ke belakang atau kemana pun karena aku tidak hidup di masa lalu, tetapi aku hidup di masa depan, dan masa depanku adalah dirimu.”

“merci beaucoup mon amour, Je t’aime.” Pierre melayangkan sebuah kecupan dibibirku dan malam itu aku sepenuhnya sadar bahwa memang seperti ini jalan hidupku. Terasa getir di awal, tetapi manis di akhir.

THE END


Written by Bella Justice
Twitter : @bellajusticee
Freshman of English Literature who loves learning languages. Hope you all like it!
( Label: , , , , ) Read more
Best viewed on firefox 5+
Frafiez Family © 2009 - 2014. Keep Cheerful for Shared