Twitter: @Glissandio
Tampilkan postingan dengan label pluto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pluto. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 September 2013

0 komentar

Fakta unik uranus

Uranus, apa itu? Yap, sebagian besar orang bakal jawab bahwa “kata” tersebut merupakan nama sebuah planet. Perlu diketahui bahwa Uranus itu planet ketujuh dalam Tata Surya Matahari dan salah satu dari empat Jovian planet, atau bisa dibilang salah satu planet raksasa gas. Uranus pula mendapatkan predikat sebagai planet terbesar ketiga (Setelah Jupiter dan Saturnus) dan planet dengan massa terbesar keempat (Setelah Jupiter, Saturnus, dan Neptunus).
Pembentukan
Kalau menyinggung mengenai pembentukan Uranus, maka yang harus dibahas adalah pembentukan Tata Surya secara keseluruhan. Berdasarkan satu hipotesis yang diterima secara luas, yaitu teori nebula yang dicetuskan pertama kali oleh  Emanuel Swedenborg, Immanuel Kant, dan Pierre-Simon Laplace, bahwa Tata Surya ini awalnya hanyalah sebuah awan gas raksasa bernama nebula yang runtuh dan memadat menjadi bola gas raksasa yaitu bintang. Sisa pembentukan bintang yang berupa gas dan debu digunakan untuk pembentukan planet-planet.




Gambar pembentukan 5 bintang baru di Nebula Orion (Sumber: hubblesite.org)
Dalam pembentukan Tata Surya dibagi menjadi tiga area, yaitu area dalam, area tengah, dan area luar. Untuk pembentukan planet-planet gas raksasa sendiri berada di area luar karena di area ini sangat dingin sehingga memungkinkan gas Hidrogen dan Helium berkondensasi membentuk es. Walaupun di sana juga terdapat metal dan batuan, tetapi jumlahnya tidak sebanyak gas Hidrogen dan Helium.
Skema area pembentukan planet pada saat Tata Surya terbentuk (Sumber: lasp.colorado.edu)
Secara material, ini menguntungkan, sebab planet gas bisa menarik banyak material paling ringan di alam ini dan berkembang semakin besar dan semakin besar. Bahkan massanya bisa mencapai empat kali massa Bumi dalam waktu hanya 3 juta tahun. Uranus juga memanfaatkan hal ini sehingga diameternya bisa mencapai 4,8 kalinya Bumi.
Penemuan
Sir William Herschel (Sumber: en.wikipedia.org)
Uranus sudah sering diamati sejak lama, namun selama itu juga para pengamat salah menafsirkan bahwa itu adalah sebuah bintang. John Flamsteed adalah sang pengamat yang pertama kali tercatat pada tahun 1690, dia sudah mengamati Uranus 6 kali dan diberi nama 45 Tauri. Sir William Herschel mengamati Uranus pada tanggal 13 Maret 1781, di halaman rumahnya. Pada awalnya dia mengkategorikan Uranus sebagai komet karena ia bergerak, namun setelah diteliti lebih lanjut, tidak ada tanda-tanda yang harusnya ada dalam sebuah komet. Hal ini pun dilaporkan ke Royal Society. Akhirnya pada tahun 1783, berdasarkan pengamatan oleh dua astronom yang berbeda (Anders Joan Lexell dan Johan Elert Bode), Herschel mengakui bahwa benda yang diamatinya merupakan sebuah planet.
Setelahnya, penamaan diserahkan kepada Herschel sebagai penemu. Pertama kali dia mengajukan nama “Georgium Sidus” untuk menghormati Raja George III. Namun, nama ini tidak populer di luar Inggris. Astronom Lalande mengajukan nama “Herschel” untuk menghormati sang penemu, tapi Bode menganjurkan nama “Uranus” sebagai nama ayah Saturnus. Karena lebih diterima, akhirnya dunia mengikuti saran Bode untuk menggunakan nama “Uranus”.
Rotasi dan Revolusi
Sebagai planet ke 7 dalam sistem Tata Surya Matahari, maka sekali Uranus mengorbit Matahari membutuhkan waktu 84 tahun Bumi. Jaraknya dari Matahari berkisar 20 SA atau 3 milyar km. Intensitas sinar Matahari di Uranus pula hanyalah 1/400 dari intensitas sinar Matahari di Bumi. Pertama kali, gambaran orbit Uranus dihitung oleh Laplace, namun seiring berjalannya waktu terlihat perbedaan antara prediksi dengan pengamatan. Urbain Le Verrier melakukan riset mengenai kemungkinan adanya planet lain setelah Uranus dan Johann Gottfried Galle menemukan Neptunus berdasarkan prediksi posisi yang dibuat oleh Le Verrier. Periode rotasi interior Uranus adalah 17 jam, 14 menit. Tetapi, seperti semua planet raksasa gas lainnya, atmosfer atasnya mengalami angin badai yang sangat kuat pada arah rotasi. Akibatnya, pada beberapa garis lintang, seperti dua per tiga lintang dari khatulistiwa ke kutub selatan, atmosfer nampak bergerak jauh lebih cepat, menjadikan rotasi penuhnya sekecil 14 jam. Dengan kemiringan sumbu yang mencapai 97,77o, menjadikan perputarannya mengelilingi Matahari tidak seperti planet lain yang seperti gasing, melainkan seperti bola yang menggelinding. Diperkirakan ketika Uranus masih menjadi protoplanet (Bakal planet), Uranus purba ditabrak oleh protoplanet lain seukuran Bumi.
Komposisi
Atmosfer Uranus sebagian besar tersusun dari Hidrogen dan Helium, dengan sedikit jumlah Metana dan Amonia.  Uranus juga memiliki sedikit jumlah Karbon dioksida dan Karbon Monoksida yang berasal dari luar Uranus, seperti meteorit.
Sistem Cincin
Sistem cincin Uranus (Sumber: en.wikipedia.org)
Kalo anda masih berpikir bahwa cuma Saturnus yang memiliki sistem cincin, ubahlah pikiran itu. Karena, seluruh planet gas itu pasti memiliki sistem cincinnya masing-masing. Uranus sebagai salah satu planet Jovian atau planet gas raksasa, tentunya memiliki sistem cincin. Dan, sistem cincin di Uranus sendiri merupakan sistem cincin paling rumit ke-2 setelah Saturnus. Cincin tersebut tersusun dari batuan yang sangat gelap, diameternya pula berkisar antara mikrometer sampai beberapa meter.
Saat ini, diketahui ada tiga belas bagian dalam cincin Uranus. Rata-rata, lebar cincin Uranus mencapai beberapa kilometer, kecuali untuk dua bagian yang bisa dibilang sangat tipis. Diperkirakan cincin ini terbentuk dari hancurnya salah satu satelit Uranus (Atau beberapa satelit Uranus yang bertabrakan dengan kecepatan tinggi).
William Herschel pernah mengajukan kemungkinan adanya sistem cincin di Uranus pada tahun 1789. Hasilnya, kebanyakan para ilmuwan tidak terlalu percaya. Baru pada tahun 1977,  James L. Elliot, Edward W. Dunham, dan Douglas J. Mink, menemukan sistem cincin di Uranus lewat pengamatan di “Kuiper Airbone Observatory”. Dengan memakai bintang SAO 158687, rencana awalnya adalah mengetahui komposisi atmosfer Uranus ketika bintang SAO 158687 berokultasi dengan Uranus. Namun, sebelum okultasi benar-benar terjadi, cahaya bintang SAO 158687 meredup sebanyak 5 kali sebelum dan sesudah okultasi dengan Uranus. Sehingga, disimpulkan ada benda lain yang menghalangi cahaya bintang tersebut, yaitu cincin Uranus.
Pertama kalinya cincin Uranus dan Uranus sendiri dipotret dengan resolusi tinggi ketika Voyager 2 “mengunjungi” Uranus pada tahun 1986 (Memanfaatkan momen Grand Tour). Dan, Voyager 2 sendiri menemukan dua bagian dari sistem cincin Uranus. Teleskop Luar Angkasa Hubble (HST) juga menemukan cincin terluar Uranus karena jaraknya dua kali dari jarak rata-rata cincin Uranus, saat ini disebut sebagai “outer ring system”.
Satelit
Satelit-satelit utama Uranus (Sumber: hubblesite.org)
Sampai saat ini, Uranus memiliki 27 satelit alam yang telah diketahui. Lima satelit utamanya adalah Miranda, Ariel,Umbriel, Titania dan Oberon (Oberon tidak terlihat dalam gambar). Faktanya, sistem satelit di Uranus (Atau bisa disebut Uranian) termasuk salah satu yang kurang masif diantara sistem satelit planet gas lain.
Satelit terbesar Uranus, Titania, radiusnya “hanya” 788,9 km, kira-kira hampir setengah jari-jari Bulan. Titania juga satelit kedelapan terbesar di Tata Surya. Komposisinya berupa es dan debu dengan rasio 50:50, es di sana berupa amonia dan karbon dioksida. Ariel, diperkirakan yang paling muda diantara satelit-satelit utama Uranus, sedangkan Umbriel diperkirakan yang tertua.
Eksplorasi
Sampai saat ini, hanya satu wahana antariksa yang pernah mengunjungi Uranus, yaitu Voyager 2. Dengan memanfaatkan momen Grand Tour, Voyager 2 sendiri mengunjungi Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus dan memotret foto dengan resolusi tinggi untuk pertama kalinya. Voyager 2 sendiri meneliti komposisi atmosfer, medan magnet, iklim planet yang bisa dibilang unik (Karena kemiringan sumbunya yang 97o), investigasi detil mengenai 5 satelit utama Uranus, menemukan 10 satelit baru, dan meneliti sistem cincin Uranus. Saat ini, Voyager 2 sendiri sudah berada di jarak 93 SA atau 13.912.800.000km dari Matahari. Misi Voyager 2 pun mendapatkan predikat sebagai misi NASA yang terpanjang, karena sudah 35 tahun sejak diluncurkannya dan juga bisa dibilang sebagai benda buatan manusia dengan lokasi terjauh. 
Bisakah Terlihat?
Bagi para astronom amatir yang ingin melihat Uranus, ada sedikit info buat anda. Magnitudo semu Uranus berkisar antara +5,6 sampai +5,9 , mendekati magnitudo semu minimum yang bisa dilihat oleh mata yaitu +6,5 (Perlu diketahui, semakin besar angka magnitudo, maka semakin redup benda tersebut). Bisa dibilang, Uranus merupakan objek yang sangat redup sehingga dibutuhkan teleskop untuk melihatnya secara jelas. Tapi, ada saat terbaik untuk mengamatinya, yaitu ketika Uranus berada dalam posisi “Oposisi”, yaitu ketika salah satu planet luar membentuk satu garis lurus antara Matahari-Bumi-Planet luar. Pada saat ini, dengan binokuler biasa pun bisa terlihat walaupun hanya berupa titik cahaya biasa. Usahakan kegiatan pengamatan berada di area dengan polusi cahaya rendah.
Fakta Unik Uranus
Selain fakta ilmiah, ada pula fakta-fakta unik yang bisa ditangkap dari hasil penelitian para astronom dan ilmuwan. Berikut ini beberapa fakta unik Uranus:
  1. Uranus merupakan salah satu dari dua planet yang rotasinya tidak lazim, karena terlihat seperti menggelinding.
  2. Sistem cincin Uranus bisa dibilang rapuh, karena “bergetar” seperti gerobak yang tidak seimbang.
  3. Warna biru kehijauan planet Uranus karena adanya gas Metana di atmosfernya.
  4. Sebelum Late Heavy Bombardment, Uranus merupakan planet terakhir setelah Neptunus. Karena LHB, posisi Uranus dan Neptunus pun bertukar tempat.
  5. Salah satu planet dengan penamaan yang bersumber dari nama dewa Yunani, bukan Romawi.
  6. Pernah salah mengira Uranus sebagai komet, oleh Herschel, sang penemu Uranus sebagai planet.
  7. Ketidakcocokan perhitungan orbit Uranus dengan observasi menuntun kepada penemuan Neptunus.
  8. Masing-masing belahan planet (Utara dan selatan) mengalami 42 tahun Bumi dalam waktu siang dan 42 tahun Bumi dalam waktu malam.
  9. Uranus merupakan planet terdingin di Tata Surya, dengan suhu terendahnya mencapai 49 Kelvin (-224 oC), lebih dingin dari Neptunus.



Sumber
( Label: , , , , , , ) Read more

Senin, 02 September 2013

0 komentar

Fakta unik neptunus

Berikut adalah beberapa fakta unik pada planet neptunus:

1. Neptunus adalah planet terjauh dari matahari.
Neptunus merupakan planet kedelapan terjauh dari Matahari.
Sejak pluto tidak lagi dianggap sebagai planet, Neptunus menjadi planet terjauh dalam tata surya kita.
2. Neptunus merupakan planet yang ditemukan dari perhitungan matematis diatas kertas.
Neptunus telah terlihat melalui teleskop selama bertahun-tahun sebelum secara resmi diidentifikasi sebagai planet.
Karena berada sangat jauh dari matahari, Neptunus bergerak sangat lambat pada orbitnya.
Meskipun sekilas seperti bintang, saat mengamati secara konsisten dalam waktu panjang, gerakannya sama sekali berbeda dari bintang.
Setelah membandingkan dengan orbit planet Uranus, para ahli lantas memprediksi secara matematis letak planet baru tersebut.
Prediksi posisi tersebut tidak lama kemudian berhasil dikonfirmasi oleh para astronom. 
3. Neptunus memiliki badai raksasa seperti di Jupiter.
Uranus adalah planet yang paling sering dikaitkan dengan Neptunus.
Hal ini masuk akal karena letak keduanya yang berdekatan selain struktur yang mirip.
Namun, tidak seperti saudara terdekatnya, Neptunus memiliki pusaran badai raksasa seperti yang terdapat pada Jupiter.
4. Neptunus memiliki cincin.
Planet bercincin indentik dengan Saturnus.
Namun pada kenyataannya, semua planet luar memiliki cincin (Saturnus, Jupiter, Uranus, Neptunus), meskipun selain Saturnus, cincin tersebut sulit dilihat dan memerlukan instrumen khusus untuk mengamatinya.
5. Triton, bulan terbesar Neptunus, mengorbit dengan arah berlawanan dengan planet induknya.
Neptunus memiliki total 13 bulan dengan kebanyakan berukuran kecil.
Bulan terbesar Neptunus, Triton, memiliki sifat cukup unik. Triton merupakan satu-satunya bulan di tata surya yang mengorbit berlawanan arah dengan planet induknya.
Fakta ini membuat ilmuwan memperkirakan bahwa Triton merupakan objek yang tertarik dari sabuk Kuiper, dan bukan terbentuk di sekitar Neptunus.
6. Waktu yang dibutuhkan Neptunus mengorbit matahari adalah 165 tahun.
Karena letaknya jauh dari matahari, Neptunus memerlukan waktu panjang untuk melakukan satu putaran orbital.


Sumber (Dengan Perubahan)
( Label: , , , , ) Read more

Minggu, 01 September 2013

0 komentar

Fakta Unik Pluto

Pluto_system_2006 PLUTO yang juga dikenal dengan nama Pluto 134340 adalah sebuah planet kerdil dalam sistem Tata  Surya Bimasakti. Letak Pluto berada dalam sebuah wilayah terluar Tata Surya yang bernama Sabuk Kuiper. Sabuk Kuiper sendiri adalah sebutan untuk wilayah di luar orbit planet Neptunus hingga jarak 50 Satuan Astronomi (SA/1 Satuan Astronomi = jarak rata-rata Matahari-Bumi, yakni sekitar 149,6 juta kilometer) dari Matahari. Pluto memiliki orbit yang unik saat mengelilingi matahari, orbitnya berbentuk melonjong dan kisaran jaraknya sekitar 4,4 - 7,4 miliar km dari Matahari. Berbeda dengan planet-planet lainnya di Tata Surya, Pluto cenderung bergerak mendekati Matahari saat melakukan perjalanan orbit. Akibatnya, terkadang Pluto berjarak lebih dekat dengan Matahari (atau Bumi) daripada Neptunus.

Di antara obyek-obyek yang ada dalam Tata Surya, Pluto adalah yang terkecil baik dalam ukuran maupun jumlah masa. Pluto bahkan lebih kecil daripada 7 bulan di tata surya, (Bulan, Io, Europa, Ganymede, Calisto, Titan, dan Triton). Pluto memiliki diameter 4.862 km dan memiliki massa 0,002 massa Bumi. Periode rotasi Pluto adalah 6,39 hari, sedangkan periode revolusi adalah 248,4 tahun. Bentuk Pluto mirip dengan Bulan dengan atmosfer yang mengandung metan. Suhu permukaan Pluto berkisar -233o Celsius sampai dengan-223o Celsius, sehingga sebagian besar berwujud es. Seperti sejumlah planet Tata Surya lain, Pluto juga mempunyai beberapa bulan/satelit yang mengitarinya. Bulan-bulan itu adalah: Charon (ditemukan oleh astronom James Christy pada tahun 1978), Nix dan Hydra (keduanya ditemukan pada tahun 2005) 

Penemuan Pluto

Proses penemuan Pluto sebenarnya diawali dengan kekeliruan interpretasi sejumlah astronom yang mendapati adanya kekacauan dalam orbit Uranus. Semula mereka berasumsi bahwa Neptunuslah yang mengacaukan orbit Uranus karena tarikan gravitasinya. Di akhir abad 19, setelah melakukan observasi lanjutan, para astronom berpendapat bahwa ada planet lain selain Neptunus yang mengganggu orbit Uranus.

Pada tahun 1905 seorang astronom AS, Percival Lowell, memulai proyek pencarian planet ke-sembilan dalam sistem Tata Surya. Lowell bersama rekannya, William H. Pickering, mengajukan beberapa konsep koordinat planet ke-sembilan dalam Tata Surya yang mereka namakan “Planet X”. Lowell meninggal pada tahun 1916, akan tetapi proyek pencariannya tetap dilanjutkan. Nama Lowell diabadikan sebagai nama observatorium yang didirikannya pada tahun 1894.

Pada bulan Januari 1930, Clyde Tombaugh, seorang peneliti yang juga anggota tim proyek pencarian planet ke-sembilan dalam Tata Surya di Observatorium Lowell, berhasil mencitrakan beberapa pergerakan sebuah obyek misterius di luar angkasa. Tim peneliti dalam proyek tersebut berkesimpulan bahwa obyek luar angkasa itu adalah sebuah planet dan untuk memastikannya mereka kemudian mengirim hasil pencitraan obyek luar angkasa itu ke Observatorium Harvard College untuk diteliti lebih lanjut.

Setelah dipastikan bahwa obyek yang ditemukan itu adalah sebuah planet, Tombaugh dan ketua tim peneliti, Vesto Melvin Slipher, menggelar sayembara untuk mencarikan nama bagi planet ke-sembilan itu. Nama Pluto dicetuskan oleh Venetia Burney, seorang anak perempuan umur sebelas tahun asal Oxford, Inggris. Venetia yang gemar mempelajari mitologi Yunani Kuno dan astronomi pertama kali mengusulkan nama ini pada kakeknya, Falconer Madan, mantan pustakawan di Universitas Oxford, Inggris. Madan kemudian meneruskan usul cucunya ini pada Profesor Herbert Hall Turner yang kemudian meneruskannya lagi pada rekan-rekannya di Amerika.

Setelah melalui proses penyeleksian, pada 24 Maret 1930, tim peneliti di Observatorium Lowell berembuk untuk menentukan mana di antara 3 nama berikut yang akan dijadikan nama planet baru itu yaitu: “Minerva”, “Cronus”, dan “Pluto”. Akhirnya, pada 1 Mei 1930, tim memutuskan nama planet baru itu adalah “Pluto”.

Eksplorasi ke Pluto

Sejauh ini eksplorasi ke Pluto menjadi tantangan besar bagi sejumlah negara adikuasa yang telah memiliki pesawat ulang-alik luar angkasa. Bukan hanya karena Pluto berjarak sangat jauh dari bumi namun juga karena Pluto hanya memiliki massa yang kecil dan suhunya sangat dingin. Hingga penghujung abad 20 belum ada upaya serius dari negara-negara adikuasa untuk melakukan misi perjalanan ke Pluto. Bahkan di tahun 2000, Badan Antariksa AS (NASA) membatalkan misi Pluto Kuiper Express karena alasan dana.

Namun setelah melewati perdebatan panjang, akhirnya misi perjalanan ke Pluto dicanangkan kembali oleh pemerintah AS pada 2003. Misi perjalanan yang menggunakan pesawat tanpa awak ini diberi nama “New Horizons”. New Horizons telah sukses diluncurkan pada tanggal 19 Januari 2006. Pesawat ini dilengkapi dengan sejumlah peralatan kendali jarak jauh untuk mengenali citra geologi dan morfologi Pluto bersama satelitnya, Charon, memetakan komposisi permukaannya, dan menganalisa atmosfirnya. Selain itu juga New Horizons akan memotret permukaan Pluto dan Charon. Uniknya, dalam pesawat canggih ini juga disertakan abu jenazah sang penemu Pluto, Clyde Tombaugh (meninggal tahun 1997). Sayangnya, New Horizons diperkirakan baru akan mendekati orbit Pluto nanti pada tahun 2015. Setelah itu, barulah para ilmuwan NASA bisa mengungkap lebih jauh tentang misteri planet ‘mungil’ ini.

Pluto bukan planet?

Bagaimanapun, sejak tahun 2006 Pluto sudah tidak lagi dikategorikan sebagai planet inti dalam sistem Tata Surya oleh Himpunan Astronomi Internasional (IAU). Karena sejak penemuannya pada tahun 1930 hingga pada 2006 telah ditemukan sejumlah obyek lain di bagian terluar Tata Surya yang komposisinya serupa dengan Pluto, salah satunya yaitu Eris yang mempunyai massa 27% lebih padat daripada Pluto. Pluto kini hanya digolongkan dalam planet-planet minor atau kerdil (dwarf planet) bersama dengan Eris dan Ceres dan diberi nomor 134340.


Sumber
( Label: , , , , , ) Read more
Best viewed on firefox 5+
Frafiez Family © 2009 - 2014. Keep Cheerful for Shared