Twitter: @Glissandio
Tampilkan postingan dengan label aktris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aktris. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Agustus 2012

0 komentar

The Standard 3-Point Lighting Technique

The Three Point Lighting Technique is a standard method used in visual media such as video, film, still photography and computer-generated imagery. It is a simple but versatile system which forms the basis of most lighting. Once you understand three point lighting you are well on the way to understanding all lighting.
The technique uses three lights called the key light, fill light and back light. Naturally you will need three lights to utilise the technique fully, but the principles are still important even if you only use one or two lights. As a rule:
  • If you only have one light, it becomes the key.
  • If you have 2 lights, one is the key and the other is either the fill or the backlight.
Key Light

Key Light

This is the main light. It is usually the strongest and has the most influence on the look of the scene. It is placed to one side of the camera/subject so that this side is well lit and the other side has some shadow.
Key and Fill

Fill Light

This is the secondary light and is placed on the opposite side of the key light. It is used to fill the shadows created by the key. The fill will usually be softer and less bright than the key. To acheive this, you could move the light further away or use some spun. You might also want to set the fill light to more of a flood than the key.
Key, Fill and Back

Back Light

The back light is placed behind the subject and lights it from the rear. Rather than providing direct lighting (like the key and fill), its purpose is to provide definition and subtle highlights around the subject's outlines. This helps separate the subject from the background and provide a three-dimensional look.
If you have a fourth light, you could use it to light the background of the entire scene.
( Label: , , , , , , , , , ) Read more
0 komentar

Types of Lighting

These are some common types of light you'll often hear about in film, video and photography. Note that these definitions are not always rigid and some people may interpret them a little differently.
Blonde 1000-2000w, used as a key flood light for large areas.
Redhead 650-1000w, used as a key flood light for large areas.
Pepper Light 100-1000w, small light used as a more focused key or fill light.
HMI A high-quality type of light which uses an arc lamp instead of filament bulb.
Halogen Work Lamp 150-500w, used as a key flood light for lighting large areas. This is a low-budget lighting solution.
Other Lights Domestic light bulbs can be used at a pinch, ideally as a secondary light such as fill or backlight.
Many video cameras have built-in lights or the ability to mount a light — these are useful in emergencies but provide poor quality lighting.
Chinese Lanterns A low-cost light, useful in some situations.

Instruments / Housing
Fresnel A light which has a lens with raised circular ridges on its outer surface which are used to focus the light beam.
( Label: , , , , , , , , , , , , ) Read more

Minggu, 12 Agustus 2012

0 komentar

Macam - macam format video

( Label: , , , , , , , , , ) Read more

Sabtu, 11 Agustus 2012

0 komentar

Shot Types


Shot Types

There is a convention in the video, film and television industries which assigns names and guidelines to common types of shots, framing and picture composition. The list below briefly describes the most common shot types (click the images for more details).
Notes:
  • The exact terminology varies between production environments but the basic principles are the same.
  • Shots are usually described in relation to a particular subject. In most of the examples below, the subject is the boy.
  • See below for more information and related tutorials.
Extreme Wide Shot
EWS (Extreme Wide Shot)

The view is so far from the subject that he isn't even visible. Often used as an establishing shot.
Very Wide Shot
VWS (Very Wide Shot)

The subject is visible (barely), but the emphasis is still on placing him in his environment.
Wide Shot
WS (Wide Shot)

The subject takes up the full frame, or at least as much as comfortably possible.
AKA: long shot, full shot.
Mid Shot
MS (Mid Shot)

Shows some part of the subject in more detail while still giving an impression of the whole subject.
Medium Close Up
MCU (Medium Close Up)

Half way between a MS and a CU.
Close Up
CU (Close Up)

A certain feature or part of the subject takes up the whole frame.
Extreme Close Up
ECU (Extreme Close Up)

The ECU gets right in and shows extreme detail.
Variation: Choker
cut-in
Cut-In

Shows some (other) part of the subject in detail.
Cutaway
CA (Cutaway)

A shot of something other than the subject.
two-shot
Two-Shot

A shot of two people, framed similarly to a mid shot.
over-the-shoulder shot
(OSS) Over-the-Shoulder Shot

Looking from behind a person at the subject.
noddy
Noddy Shot

Usually refers to a shot of the interviewer listening and reacting to the subject.
point of view (POV)
Point-of-View Shot (POV)

Shows a view from the subject's perspective.
weather shot
Weather Shot

The subject is the weather. Can be used for other purposes, e.g. background for graphics.
( Label: , , , , , , , , , , , ) Read more

Jumat, 10 Agustus 2012

0 komentar

Macam - macam Angle Kamera

Ada tiga macam jenis angle Berdasarkan ketinggian kamera dari subyek yaitu :
  • Normal angle
  • High Angle
  • Low Angle
  • Bird Eye
  • Frog Eye

Normal Angle atau Eye level

Normal Angle atau Eye level. Ini adalah sudut standar atau normal. Pada sudut ini, kamera diletakkan sejajar dengan objek. Efek yang ditimbulkan dari sudut pandang ini adalah pandangan normal atau seperti kita melihat langsung ke objek dengan mata kita.
110 MACAM MACAM ANGLE PENGAMBILAN GAMBAR BERDASARKAN KETINGGIAN KAMERA (fotografi & videografi)
Www.Frafiez.Com

High Angle

High Angle. Istilah ini dipakai ketika kita mengambil gambar dari sudut tinggi. Letak kamera lebih tinggi dari pada objek sehingga kamera menunduk kebawah. Angle ini menimbulkan efek kecil atau luas.(bila pada model, maka wajh akan tampak lebar dan kaki kecil)
coba10 MACAM MACAM ANGLE PENGAMBILAN GAMBAR BERDASARKAN KETINGGIAN KAMERA (fotografi & videografi)
Www.Frafiez.Com

Low angle

Low angle . Istilah ini dipakai ketika kita mengamnbil gambar dari sudut rendah. Letak kamera berada dibawah objek (point of interest). Efek yang ditimbulkan dari sudut pandang ini adalah kesan besar atau raksasa. Teman-teman pasti inget kan film ultraman atau power ranger waktu kita kecil dulu ? yah… untuk mendapatkan efek membesar menjadi raksasa seringkali digunakan trik kamera ini. Juga pada gedung-gedung agar terlihat lebih megah maka biasanya sudut low angle sering jadi favorit para fotografer.
edit 110 MACAM MACAM ANGLE PENGAMBILAN GAMBAR BERDASARKAN KETINGGIAN KAMERA (fotografi & videografi)
Www.Frafiez.Com

Bird Eye

Bird eye . Istilah ini dipakai ketika kita mengamnbil gambar dari sudut super tinggi dan jarak jauh. biasanya dipakai ketika ingin mendapatkan efek keramaian (keramaian di pasar misalnya) atau luas (gurun). untuk mendapatkan gambar seperti ini kita perlu berada di tempat yang tinggi (puncak gunung, bukit) atau bila dalam vidio biasa mekakai helicopter atau jimmy jeep. efek ini disebut bird eye karna gambar yang di dapat seperti penglihatan burung ketika terbang diangkasa
19369 1231191553089 1628153638 581267 6268438 n MACAM MACAM ANGLE PENGAMBILAN GAMBAR BERDASARKAN KETINGGIAN KAMERA (fotografi & videografi)
Www.Frafiez.Com

Frog Eye

Frog eye . Istilah ini dipakai ketika kita mengamnbil gambar dari super super rendah dan jarak dekat. biasanya dipakai ketika ingin mengesankan megah atau besar (misal ketika kita memotret bangunan tinggi dari bawah). masing inget film ultraman kan ? ya… untuk mengesankan ultraman berubah menjadi raksasa maka kameraman menggunakan angle ini. Disebut frog eye karena dengan sudut ini maka seperti penglihatan seekor katak.
test10 MACAM MACAM ANGLE PENGAMBILAN GAMBAR BERDASARKAN KETINGGIAN KAMERA (fotografi & videografi)
Www.Frafiez.Com

( Label: , , , , , , , , , , , , ) Read more

Kamis, 09 Agustus 2012

0 komentar

Tugas Seorang Sutradara


   Bukan hal yang asing lagi, mendengar kata "SUTRADARA". Si pemimpin saat produksi karya film. Dalam film, sutradara adalah orang yang bertanggung jawab atas semua karya film saat Produksi berlangsung. Sama hal nya dengan Produser. Bedanya, kalau "Produser" bertanggung jawab penuh pada masa "Pra Produksi".
Sutradara atau pembuat film adalah orang yang bertugas mengarahkan sebuah film sesuai dengan manuskrip, pembuat film juga digunakan untuk merujuk pada produser film. Manuskrip skenario digunakan untuk mengontrol aspek-aspek seni dan drama. Pada masa yang sama, sutradara mengawal petugas atau pekerja teknik dan pemeran untuk memenuhi wawasan pengarahannya. Seorang sutradara juga berperan dalam membimbing kru teknisi dan para pemeran film dalam merealisasikan kreativitas yang dimilikinya.

Sutradara bertanggung jawab atas aspek-aspek kreatif pembuatan film, baik interpretatif maupun teknis. Ia menduduki posisi tertinggi dari segi artistik dan memimpin pembuatan film tentang "bagaimana yang harus tampak" oleh penonton. Selain mengatur laku di depan kamera dan mengarahkan akting serta dialog, sutradara juga mengontrol posisi beserta gerak kamera, suara, pencahayaan, dan hal-hal lain yang menyumbang kepada hasil akhir sebuah film.
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya seorang sutradara bekerja bersama para kru film dan pemeran film. Di antaranya penata fotografi, penata kostum, penata kamera dan lain sebagainya. Selain itu sutradara juga turut terlibat dalam proses pembuatan film mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi.


Sutradara memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. Di lapangan seorang sutradara berperan sebagai manajer, kreator, dan sekaligus inspirator bagi anggota tim produksi dan para pemeran. Peran yang sedemikian besar mengharuskan sutradara memahami benar konsep cerita, memahami situasi lingkungan maupun psikologis para pelibat produksi, dan juga harus memahami bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan semua pelibat produksi.


Ibarat tubuh manusia, sutradara adalah otaknya, dan yang lain adalah seluruh anggota badan. Otak memerlukan anggota badan untuk mewujudkan gagasan, badan memerlukan otak untuk mengendalikan.
Tugas seorang sutradara adalah menerjemahkan atau menginterpretasikan sebuah skenario dalam bentuk imaji/gambar hidup dan suara.
Pada umumnya, seorang sutradara tidak merangkap sebagai produser, meskipun di Amerika cukup banyak sutradara yang merangkap produser seperti beberapa kali
Clint Eastwood merangkap sutradara, pemain sekaligus produser.
Pada umumnya, apa pun bentuk produksi audio visual selalu terbagi menjadi tiga tahap, yakni:
  1. Praproduksi,
  2. Produksi atau shooting,
  3. Pascaproduksi.
Tugas sutradara adalah pada tahap produksi. Namun bukan berarti sutradara tidak perlu mengetahui aspek praproduksi dan pasca produksi. Pemahaman praproduksi akan mencegah sikap arogan dan tuntutan yang berlebih atas peralatan dan aspek-aspek penunjang produksi yang notabene merupakan tugas tim praproduksi.
Misalnya, sutradara tidak terlalu menuntut disediakan pemeran yang honornya mahal apabila ia menyadari bahwa tim budgeting tidak menganggarkan dana berlebih untuk honor pemeran. Pemahaman pascaproduksi akan mencegah sutradara menginstruksikan pengambilan gambar dengan komposisi atau angle yang penyambungannya mustahil dilakukan oleh editor. Dan seorang sutradara harus tegas dalam mengambil semua keputusan.

Keberhasilan sebuah karya film sangat bergantung dari kerja keras sang sutradara, karena dialah pemimpinnya, dialah OTAKNYA...


Referensi: - Wikipedia
                  - DLL...


Salam, Action...!!!


( Label: , , , , , , , , , , , , , , , , ) Read more

Rabu, 08 Agustus 2012

0 komentar

Tentang Sutradara

1. ETIMOLOGI
Istilah ”Sutradara” berdasarkan etimologi, berasal dari kata :
Sutra : a. Iktisar Kitab Weda Samtika
b. Naskah
Dhara : pendukung pembawa
Jadi, arti sempit : Pembawa nashah
Arti Luas : Koordinator pelaksana tugas-tugas teater / drama
Tugas sempit : menyiapkan aktor
Tugas luas : mengkoordinasi tugas orang-orang teater / drama


2. PERANAN SUTRADARA DALAM TEATER DAN PEMENTASAN
Peran sutradara dalam teater dan pementasan adalah :
• Koordinator,
• Organisasi,
• Konseptor,
• Motor, dan
• Guru (dalam arti ’mengajar’ para anggota teater)

a. Memilih dan menentukan naskah (bila hal ini tidak ditentukan oleh produser atau sponsor).

b. Mempelajari naskah (meliputi latar belakang budaya naskah dan peninjauan tema).
Peninjauan naskah meliputi :
i. Tema
ii. Segi sastranya
iii. Segi teaternya

c. Memilih pemain (aktor / aktris), disebut : casting (bila hal ini tidak dilakukan sendiri oleh produsen).
Misalnya mengenai jumlah pemain yang diperlukan, memilih peran yang cocok (berdasarkan pertimbangan tubuh, suara, karakterisasi, dan sebagainya).

d. Menetapkan hari-hari berlatih. (meliputi : membaca naskah, akting, dan blocking)
e. Mengadakan kerjasama dengan ”stage manager” (Pemimpin pementasan, koordinator persiapan orang-orang teater), ”designer” (Pemimpin/penanggungjawab aspek-aspek visual, seperti letting, setting, dll) serta para ”aktordan aktris”, untuk menentukan corak atau warna drama serta pentas.

3. SUTRADARA HARUS AKTIF DAN KREATIF
Sutradara yang hanya ”derdiam diri” saja berarti :
a. Ia ingin memberikan kesempatan kepada aktor / aktris untuk bereaksi sendiri.
b. Ia amat menghormati aktor / aktrisnya.
c. Ia tidak mempunyai konsep, atau
d. Ia tidak mampu memberikan contoh bagi para aktor / aktrisnya.

4. TIPE-TIPE SUTRADARA
a. Tipe Diktaktor : Semua harus mengikuti kemauannya. Dia sendiri memberikan contoh-contoh sampai sekecil-kecilnya. Aktor / aktris tinggal ”membeo” saja.

b. Tipe Gas Bag : Menerangkan sampai hal sekecil-kecilnya, mengenai latar belakang budaya dan sastra dari drama, tanpa menyinggung naskah drama itu sendiri.

c. Tipe Pendidik : Bersikap ”Tut Wuri Handayani”, hanya memberi prtunjuk bila dianggap perlu.

d. Tipe Among : Mengasuh dengan sikap kebapakan.

e. Tipe gabungan dari berbagai sikap

5. JENIS TEATER
(Ditinjau berdasarkan ”Peranan Sutradara” di dalam teater).
a. Teater Sutradara : Bila dalam teater, sutradara bertindak sebagai : koordinator, organisator, motor, guru, bahkan diktator.
b. Teater Produser : Bila produser yang memegang kekuasaan utama
c. Teater Designer : Bila designer yang memegang kekuasaan utama
d. Teater Aktor : Bila aktor / aktir yang memegang kekuasaan utama
e. Teater Penulis : Bila penulis yang memegang kekuasaan utama

Catatan :
Dalam teater-teater (b,c,d,e) peran sutradara menyempit, yakni hanya menyiapkan (melatih) para pemain saja.

f. Teater Amatir : Biasanya sutradara mengerjakan segalanya, (banyak berlaku di Indonesia terutama dikalangan mahasiswa di perguruan tinggi. Lihat namanya : Teater PROSES, Teater Hmapa, Teater Pelangi, Teater Institut Surabaya, dll).
( Label: , , , , , , , , , , , ) Read more

Senin, 02 April 2012

0 komentar

The Raid (film indonesia yang telah GO INTERNASIONAL)

The Raid Film Indonesia Go Internasional
The Raid Film Indonesia – Indonesia kini mulai bangkit dalam hal dunia entertainment khususnya bidang perfilman. Salah satu produksi film hasil karya anak bangsa kini telah mendunia alias Go Internasional. Film Indonesia tersebut berjudul The Raid. Pada Festival Film Internasional di Toronto, The Raid terpilih sebagai salah satu film yang akan diputar. Pemberitaan mengenai terpilihnya film ini pun ga kalah ramai dengan pemberitaan mengenai pencarian alamat twitter Kim Soo Hyun yang kini sedang tenar di Indonesia.

Dibalik maraknya film horor Indonesia yang dikemas dengan mendatangkan artis dewasa, ternyata masih ada pihak yang berusaha untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menciptakan karya yang berkualitas. Benar-benar patut diberikan acungan jempol sebanyak mungkin bagi mereka yang melakukan hal tersebut.

Sesuai dengan judulnya yaitu The Raid yang berarti Serbuan Maut, Film Indonesia yang satu ini mengusung genre action. Sudah pasti aksi-aksi menarik akan diperagakan pada film tersebut. Dan menurut beberapa sumber media online yang ada, kisah cerita yang diusung tidak jauh berbeda dengan film Indonesia beberapa waktu yang lalu yaitu merantau. Maju terus dunia perfilman bangsa dengan menghasilkan karya-karya yang berkualitas.
( Label: , , , , , , , , , , ) Read more
Best viewed on firefox 5+
Frafiez Family © 2009 - 2014. Keep Cheerful for Shared