Twitter: @Glissandio
Tampilkan postingan dengan label raksasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label raksasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Agustus 2012

0 komentar

Megaplume (pusaran air Besar)




Megaplume adalah pusaran air raksasa yang berputar seperti tornado, tetapi terjadi di dasar laut. Di tengah Megaplume ada sebuah daratan luas di dasar laut yang disebut Kubah Magma (sama seperti jerawat). Kubah Magma bukan gunung berapi aktif di samudra, tetapi kantung-kantung magma yang menerobos masuk batuan di dasar lautan. Kubah Magma dapat meletus seperti gunung berapi, tetapi hal ini jarang terjadi karena air laut di sekitar kubah magma mendinginkan batuan dasar laut dan menahan laju magma yang mencari jalan keluar, ketika magma mendingin pusaran air pun berhenti.
Pusaran air yang mengelilingi kubah magma terjadi karena perubahan temperatur ekstrem yang terjadi di dasar samudra, air di bagian bawah samudra bersifat panas dan menjadi ringan karena pengaruh dari kantung magma, sementara air di bagian atas samudra bersifat dingin dan menjadi berat. Karena hal tersebut air panas yang berada di bawah naik ke atas, dan air dingin turun ke bawah untuk mengisi kekosongan di bawah dan terjadilah pusaran air besar. Hal ini sama seperti yang terjadi pada tornado, namun pada tornado temperatur mempengaruhi udara bukan air. Pusaran air tersebut putarannya semakin melambat di dekat pusat, sekitar 18 knot dan dapat terjadi beberapa minggu.
Di sekitar Megaplume banyak terdapat Sphyrna Mokkaran ( Hiu berkepala palu ), mereka sangat menyukai daerah yang bersuhu hangat. Sphyrna Mokkaran menurut penelitian mempunyai penciuman yang baik di laut, mereka dapat mencium bau darah dari jarak 1 mil.
Ngomongin tentang bencana yang ditimbulkan oleh peristiwa Megaplume, dulu pada 1986 di Juan de Fuca Ridge, kubah magma yang menjadi titik pusat Megaplume meletus dan magma seberat ribuan ton dengan suhu 1.200 derajat Celcius meledak di dasar laut secara bersamaan sehingga memperbesar intensitas Megaplume. Lava yang sangat panas langsung membuat air menguap, dan menciptakan tiang uap yang besar yang meluncur ke permukaan air menuju pusat Megaplume. Didorong oleh kandungan energi kinetik yang sama dari dinamika air yang menjadi sumber kekuatan pusaran, perpindahan energi secara vertikal dari uap yang terbentuk dilawan oleh pusaran air anti-siklon yang mengelilingi tiang uap tersebut dan memiliki energi berlawanan. Berputar disekeliling tiang uap, air laut memilin kuat ke bawah. Uap yang terlepas menciptakan penghisap besar yang menarik jutaan galon air laut ke bawah dan kemudian bersentuhan dengan magma. Ketika air yang baru tiba tersebut menyentuh dasar laut, air tersebut menjadi uap dan membutuhkan jalan untuk melepaskan diri, lalu bergabung dengan pilar uap yang semakin besar dan mendesak ke atas sambil menarik lebih banyak air lagi. Ketika lebih banyak air lagi yang terhisap, pusaran air itu menjadi semakin kuat. Pilar uap Hidrothermal (air yang bersuhu panas) menjadi semakin panjang, dan pusaran air yang tinggi menjulang menjadi bertambah kuat setiap detiknya. Ketika pusaran mencapai permukaan, ia akan menarik ke bawah semua yang ada di atasnya, seperti kapal dan lain-lain.
Itulah bencana yang ditimbulkan bila Kubah Magma meletus.
( Label: , , , , , , , , , , , , ) Read more

Selasa, 03 April 2012

0 komentar

Ilmuwan Ungkap Rahasia Mata Besar Cumi Raksasa


Cumi raksasa bisa tumbuh hingga 2,8 meter dan hewan ini terkenal memiliki mata yang sangat besar. Kini, para ilmuwan berhasil mengetahui alasan di balik mata besar cumi ini. Ingin tahu?
Para ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) mengungkap, mata besar yang dimiliki cumi raksasa ini guna mempertahankan diri dari paus sperma yang merupakan musuh bebuyutan cumi raksasa.
http://news.nationalgeographic.com/news/2006/12/images/061222-giant-squid.jpg
Cumi ini menggunakan mata mereka yang sebesar bola basket untuk menemukan dan melarikan diri dari predator, kata ahli biologi Sonke Johnsen di Duke University seperti dikutipUPI.
Selain itu, tim ini menemukan, mata besar ini mampu menangkap cahaya lebih banyak sehingga bisa digunakan untuk mendeteksi cahaya rendah yang berasal dari hewan raksasa lain seperti paus sperma.
http://www.extremescience.com/images/colossal-squid.jpg
( Label: , , , , , , , , , ) Read more

Senin, 23 Januari 2012

0 komentar

Babi Liar Raksasa Ditembak Mati di Australia

30 Mei 2009, Teka-teki foto yang menunjukkan seorang pria dengan babi liar raksasa mulai menunjukkan titik terang. Sumber yang terpercaya mengatakan bahwa babi liar raksasa itu ditembak mati di Peternakan Pilbara, Australia tiga tahun sebelumnya oleh seorang peternak bernama John Anick. Mungkin sukar dipercaya, namun babi itu ditembak mati setelah terlihat sedang memakan seekor sapi.
babi liar raksasa australia Babi Liar Raksasa Ditembak Mati di Australia
Ketika pertama kali foto diatas muncul di internet dengan deskripsi yang bermacam-macam, banyak orang menganggap foto itu adalah sebuah rekayasa, termasuk Departemen lingkungan dan konservasi Australia. Perdebatan semakin memanas ketika situs berita PerthNow turut mempublikasikannya dalam situs mereka.
Namun semuanya menjadi jelas ketika harian The Sunday Times mengkonfirmasi bahwa babi raksasa itu ditembak dekat peternakan Pilbara dekat Newman, 1200 km timur laut Perth. Seorang kerabat dari pria yang ada di foto diatas mengkonfirmasikan bahwa pria itu bernama John Anick, seorang peternak dari Pilbara, dan foto itu diambil di propertinya tiga tahun yang lalu. Sebelumnya, keluarga Anick menolak untuk berbicara mengenai babi raksasa itu karena kuatir pemburu babi liar akan membanjiri wilayah itu.
Sebuah sumber lain mengatakan bahwa babi itu memiliki berat 220 kg dan terlihat sedang memakan seekor sapi oleh petugas pengamat ternak dari atas helikopter. Mr Anick melihatnya kembali ketika sedang mengecek kincir angin di propertinya dan segera menembak mati babi itu.
“Saya yakin 100 persen bahwa foto itu diambil di Pilbara dan pria di dalam foto itu adalah pria yang saya sebut sebelumnya.” Kata sumber itu.
Namun Departemen Lingkungan dan Konservasi masih menolak keaslian foto tersebut. Nigel Higgs, salah seorang pejabat di departemen itu mengatakan :”Memang ada beberapa babi di wilayah sungai De Grey, sebelah timur Pelabuhan Hedland dan beberapa babi memang berubah menjadi liar dekat sungai Savory, 200 km sebelah timur Newman, namun mereka adalah babi kecil berwarna merah jambu.”
Walaupun telah mendapat tanggapan negatif dari departemen itu, beberapa sumber tetap mengkonfirmasi keaslian foto itu. Seorang sumber di Perth mengklaim telah meng-scan foto asli itu ke komputer. Sebuah situs yang mengkhususkan diri menyingkap rekayasa foto bernama Hoax-Slayer.com dalam artikelnya di Januari 2007 juga menyatakan bahwa foto itu asli dan diambil di Pilbara.
Diperkirakan ada 23 juta ekor babi liar di seluruh Australia, terutama paling banyak di New South Wales, Queensland dan wilayah Northern Territory.
( Label: , , ) Read more
Best viewed on firefox 5+
Frafiez Family © 2009 - 2014. Keep Cheerful for Shared