Twitter: @Glissandio
Tampilkan postingan dengan label langka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label langka. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Januari 2014

0 komentar

Harimau Sumatera

  / ©: WWF-Indonesia/Saipul Siagian
Nama Latin: Panthera tigris sumatrae

Harimau Sumatera merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered). Jumlah populasinya di alam bebas hanya sekitar 400 ekor. Sebagai predator utama dalam rantai makanan, harimau mempertahankan populasi mangsa liar yang ada di bawah pengendaliannya, sehingga keseimbangan antara mangsa dan vegetasi yang mereka makan dapat terjaga.

Harimau Sumatera menghadapi dua jenis ancaman untuk bertahan hidup: mereka kehilangan habitat karena tingginya laju deforestasi dan terancam oleh perdagangan illegal dimana bagian-bagian tubuhnya diperjualbelikan dengan harga tinggi di pasar gelap untuk obat-obatan tradisional, perhiasan, jimat dan dekorasi. Harimau Sumatera hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera, Indonesia.

Ciri-ciri Fisik
  • Harimau Sumatera memiliki tubuh yang relatif paling kecil dibandingkan semua sub-spesies harimau yang hidup saat ini.
  • Jantan dewasa bisa memiliki tinggi hingga 60 cm dan panjang dari kepala hingga kaki mencapai 250 cm dan berat hingga 140 kg. Harimau betina memiliki panjang rata-rata 198 cm dan berat hingga 91 kg.
  • Warna kulit harimau Sumatera merupakan yang paling gelap dari seluruh harimau, mulai dari kuning kemerah-merahan hingga oranye tua.

Ancaman
Harimau Sumatera berada di ujung kepunahan karena hilangnya habitat secara tak terkendali, berkurangnya jumlah spesies mangsa, dan perburuan. Laporan tahun 2008 yang dikeluarkan oleh TRAFFIC – program kerja sama WWF dan lembaga Konservasi Dunia, IUCN, untuk monitoring perdagangan satwa liar – menemukan adanya pasar ilegal yang berkembang subur dan menjadi pasar domestik terbuka di Sumatera yang memperdagangkan bagian-bagian tubuh harimau. Dalam studi tersebut TRAFFIC mengungkapkan bahwa paling sedikit 50 harimau Sumatera telah diburu setiap tahunnya dalam kurun waktu 1998- 2002. Penindakan tegas untuk menghentikan perburuan dan perdagangan harimau harus segera dilakukan di Sumatera.

Populasi Harimau Sumatera yang hanya sekitar 400 ekor saat ini tersisa di dalam blok-blok hutan dataran rendah, lahan gambut, dan hutan hujan pegunungan. Sebagian besar kawasan ini terancam pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan komersial, juga perambahan oleh aktivitas pembalakan dan pembangunan jalan. Bersamaan dengan hilangnya hutan habitat mereka, harimau terpaksa memasuki wilayah yang lebih dekat dengan manusia dan seringkali dibunuh atau ditangkap karena tersesat memasuki daerah pedesaan atau akibat perjumpaan tanpa sengaja dengan manusia.

Provinsi Riau adalah rumah bagi sepertiga dari seluruh populasi harimau Sumatera. Sayangnya, sekalipun sudah dilindungi secara hukum, populasi harimau terus mengalami penurunan hingga 70 persen dalam seperempat abad terakhir. Di Provinsi Riau, saat ini diperkirakan hanya tersisa 192 ekor harimau di Riau.

Upaya yang Dilakukan WWF
WWF bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, organisasi konservasi lainnya, dan masyarakat setempat untuk menyelamatkan harimau Sumatera dari ancaman kepunahan. WWF juga berupaya melakukan pendekatan dan bekerja sama dengan perusahaan yang konsesinya mengancam habitat harimau agar mereka mampu menerapkan praktik-praktik pengelolaan lahan yang lebih baik (Better Management Practices) dan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia di tahun 2004 telah mendeklarasikan sebuah kawasan penting, Tesso Nilo, sebagai taman nasional untuk memastikan perlindungan gajah dan harimau Sumatera di alam. WWF juga berpartisipasi aktif dalam penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Harimau Sumatera 2007-2017 yang dipimpin oleh Departemen Kehutanan RI.

Melalui momentum Kampanye Tahun Harimau 2010, WWF-Indonesia secara aktif mendorong dimasukkannya enam lanskap prioritas harimau Sumatra kedalam Program Nasional Pemulihan Harimau Sumatra. Program nasional tersebut kemudian diadopsi sebagai program global oleh 13 negara sebaran harimau dalam International Tiger Forum di St. Petersburg, Russia Nov 2010. Landskap prioritas perlindungan harimau Sumatra tersebut adalah Ulu Masen, Kampar-Kerumutan, Bukit Tigapuluh, Kerinci Seblat, Bukit Balai Rejang Selatan, dan Bukit Barisan Selatan.

WWF terus melakukan penelitian ilmiah tentang harimau Sumatera di Riau dengan menggunakan kamera jebakan (camera trapping) untuk memperkirakan besarnya populasi, habitat, dan distribusi satwa loreng tersebut, serta untuk mengidentikasi koridor-koridor satwa liar yang membutuhkan perlindungan. WWF--bersama dengan mitra terkait di lapangan--juga membentuk tim patroli anti perburuan dan tim pendidikan dan penyadaran yang bertugas membantu masyarakat lokal memitigasi konflik manusia-harimau di daerah-daerah rawan konflik harimau.


Sumber
( Label: , , , , , , ) Read more

Selasa, 31 Desember 2013

0 komentar

Harimau jawa ada di hutan trenggalek ?

Populasi Harimau Jawa dikabarkan masih tersisa di hutan Trenggalek - Sejumlah warga mengaku sering berpapasan - Perburuan Harimau Jawa secara besar-besaran saat jaman penjajahan BelandaPerburuan Harimau Jawa secara besar-besaran saat jaman penjajahan Belanda (Foto: jagat-kucing)


Di kawasan hutan lindung Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur saat ini dikabarkan masih tersisa populasi Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica).
Sejumlah warga yang tinggal di kawasan pesisir selatan, mengaku beberapa kali menemukan jejak binatang yang dinyatakan punah sejak tahun 1980-an itu.
Joko, anggota polisi hutan KPH Perhutani Kecamatan Watulimo, Sabtu mengungkapkan, keberadaan harimau bahkan beberapa kali terdeteksi di dalam kawasan hutan lindung Kumbokarno, Singodito, Suruhdedak, serta Karanggongso.
“Sudah banyak (warga) yang pernah melihat sosok harimau di hutan-hutan lindung tersebut. Tapi saya tidak yakin apakah itu Harimau Jawa atau bukan, yang pasti ukurannya lebih besar daripada srigala dan warna kulit/bulunta totol-totol seperti macan tutul atau sejenis cheetah,” ungkapnya, Sabtu (23/03/2013).
Kesaksian serupa diungkapkan Sobirin dan Suwanto, petani perambah hutan di kawasan bukit Singodito dan Suruhdedak.
Keduanyaa menyebut Harimau Jawa berukuran dewasa yang biasa berkeliaran di beberapa hutan lindung yang ada di kawasan pesisir selatan Watulimo, Trenggalek itu ada sepasang.
“Dulu, sekitar tujuh atau delapan tahun lalu waktu ada kegiatan ABRI/TNI masuk desa (AMD) dalam rangka pembukaan jalan baru di Desa Dukuh, yang berbatasan dengan hutan lindung Karanggandu, sejumlah aparat bahkan ada yang berpapasan langsung pada malam hari, namun dibiarkan karena tidak mengganggu,” tutur Suwanto, pengusaha kayu di Kecamatan Watulimo, membenarkan.
Meski eksistensi Harimau Jawa di kawasan hutan lindung Trenggalek diyakini keberadaannya, sejauh ini belum pernah ada laporan konflik langsung antara binatang langka yang dilindungi itu dengan manusia.
Sejumlah pemancing yang biasa menyusuri jalan melingkar di pinggir Gunung Kumbokarno maupun Karanggongso paling sering berpapasan langsung dengan binatang buas tersebut, namun tidak ada mengganggu.
“Selain memangsa babi hutan dan binatang-binatang kecil lainnya, harimau ini diyakini doyan buah durian yang ada di dalam kawasan hutan,” tutur Joko, meyakinkan.
Belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait yang bisa mengklarifikasi keberadaan Harimau Jawa ataupun jenis lainnya di sekitar kawasan hutan-hutan lindung yang ada di Kabupaten Trenggalek maupun Tulungagung.
Kenyataan ini cukup mengkhawatirkan, karena ekosistem Harimau Jawa tersebut saat ini diyakini terus terdesak ke kawasan pesisir pantai akibat aktivitas pengelolaan hutan bersama masyarakat, hingga ke kawasan hutan-hutan lindung setempat.
Diketahui, Harimau Jawa adalah jenis harimau yang hidup di pulau jawa. Harimau ini dinyatakan punah di sekitar tahun 1980-an, akibat perburuan dan perkembangan lahan pertanian yang mengurangi habitat binatang ini secara drastis.
Walaupun begitu, ada juga kemungkinan kepunahan ini terjadi di sekitar tahu 1950-an ketika diperkirakan hanya tinggal 25 ekior jenis harimau ini. Terakhir kali ada sinyalemen dari harimau jawa ialah di tahun 1972. Di tahun 1979, ada tanda-tanda bahwa tinggal 3 ekor harimau hidup di pulua Jawa. Walaupun begitu, ada kemungkinan kecil binatang ini belum punah. Di tahun 1990-an ada beberapa laporan tentang keberaadaan hewan ini, walaupun hal ini tidak bisa diverfikasi.@ridwan_licom/ant


Sumber 
( Label: , , , , ) Read more

Senin, 30 Desember 2013

0 komentar

Harimau jawa belum punah ?



Didik Raharyono, peneliti karnivora di Jawa yang masih meyakini bahwa harimau Jawa belum punah. Foto: Tommy Apriando


Tak banyak peneliti Harimau Jawa di Indonesia saat ini. Bahkan pemerintah pun jarang melakukan penelitian dan pengawasan terhadap endemik hutan Jawa ini. Kondisi hutan Jawa yang semakin meranggas berdampak luas pada populasi karnivora Jawa ini.
Berawal dari keprihatinan ini Didik Raharyono melakukan penelitian terhadap populasi karnivora-karnivora di Jawa. Masuk kedalam hutan Jawa untuk memasang “camera Trap” sudah ia lakukan sejak puluhan tahun lalu. Pak Didik panggilan akrabnya, masih yakin bahwa karnivora terbesar Jawa yaitu Harimau Jawa masih ada di hutan-hutan yang ada di Jawa ini. Selain berdasar pada keterangan dari banyak warga yang tinggal sekitar hutan di Jawa, beberapa bukti lain, seperti feses, cakaran, kuku, bulu dan lainnya ia dapatkan.
Spesimen sisa pembunuhan Harimau jawa dan Macan tutul koleksi 1997 – 2010. Foto: Didik Raharyono
Mongabay: Apa yang melatar belakangi anda terus melakukan penelitian terhadap Karnivora Jawa?
Didik Raharyono: Belum banyak masyarakat kita yang memperhatikan kelestarian spesies karnivora di Jawa. Dari segi keilmuan terhadap jenis-jenisnya dan adanya kecenderungan penyusutan hutan sebagai habitat bagi golongan karnivora di Jawa. Sedangkan sebagian besar Karnivora merupakan top predator yang dapat dijadikan Bio-indikator habitat yang masih baik.
Mongabay: Apa saja karnivora endemik di Jawa ? Berapa jumlah populasi mereka?
Didik Raharyono: Harimau Jawa populasinya belum diketahui, bahkan dianggap punah; Macan tutul jawa: estimasi meta populasi dari sebaran habitat yang masih tersisa dari Kawasan Konservasi maupun Non-Konservasi sampai saat ini masih sekitar 500-an ekor (perkiraan kasar, belum dilakukan pendataan secara ilmiah). Lalu Kucing Bakau, tetapi saya belum tahu perkiraan populasinya, sebab spesiesini juga hampir tidak terpantau. Lalu Biul jawa juga endemik, dan belum diketahui populasinya di alam, Sigung atau teledu juga endemik jawa, populasinya belum diketahui.
Sisa kulit harimau Jawa yang dibunuh tahun 2008. Foto: Didik Raharyono
Mongabay: Sejak kapan anda melakukan penelitian terhadap Karnivor Jawa ? Apa saja yang anda dapatkan sampai saat ini ?
Didik Raharyono : Sejak tahun 1997 khusus untuk harimau Jawa, lalu mulai 2003 meneliti macan tutul. Dan setelah 2006 merambah ke jenis kucing kecil. Dari pengalaman tersebut, saya memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang tidak saya jumpai saat kuliah di Biologi UGM.
Mongabay: Karnivora Jawa tidak bisa di lepaskan dari habitanya yaitu Hutan. Bagaimana anda melihat kondisi Hutan di Jawa ?
Didik Raharyono : Karnivora memang golongan jenis hewan yang hidupnya membutuhkan teritori. Kondisi hutan di jawa saat ini sudah banyak terdegradasi. Hutan dataran rendah Jawa yang sebenarnya berpotensi memiliki kekayaan hayati lebih tinggi dari pada hutan di pegunungan, juga hampir hilang (hanya tersisa di beberapa Taman nasional). Selain itu, untuk hutan dataran rendah telah banyak digunakan sebagai kawasan hutan produksi yang menggunakan sistem penanaman pohon yang sejenis. Selain itu, kondisi hutan di jawa saat ini sudah terfragmentasi menjadi beberapa potongan, mirip kondisi kepulauan kecil yang ada di ‘samudra’ (mengalami insularisasi). Sedangkan luas hutan di Jawa saat ini Untuk kawasan hutan Non Konservasi luasnya sekitar 2,46 juta hektar, sedangkan untuk Kawasan Konservasi darat di P Jawa hanya sekitar 3,5 ribu kilometer persegi.
Mongabay: Anda masih terus meneliti Harimau Jawa.Apakah Harimau Jawa benar sudah punah?
Didik Raharyono : Belum. Menurut saya harimau jawa belum punah.
Feses harimau Jawa tahun 1998. Foto: Didik Raharyono
Mongabay: Apa yang menjadi alasan anda mengatakan harimau jawa belum punah?
Didik Raharyono : Sejak tahun 1997, saya menemukan langsung beberapa bukti bekas aktivitas harimau jawa berupa: jejak tapak kaki; cakaran di pohon; sampel feses harimau jawa dan rambut harimau jawa dari pohon cakaran dan sudah saya Seminarkan secara Nasional di UC UGM tahun 1998; dan menghasilkan rekomendasi untuk dilakukan PK atau peninjauan ulang atas pernyataan punah tersebut. Bahkan sampai sekarang saya malah mendapatkan sekitar 20-an titik informasi terbaru tentang eksistensi harimau jawa, terutama setelah saya membuat blog: Javan Tiger Center’s Blog.
Tahun 2004 kami menjumpai juga feses harimau jawa dengan diameter sekitar 7 cm dan tahun 2006 ada kesaksian perjumpaan dari TNI. Tahun 2008 saya menemukan sampel kulit harimau loreng yang dibunuh dari Jawa Tengah. Tahun 2008 juga menjumpai sisa kuku yang masih ada darahnya milik harimau Jawa yang dibunuh dari jawa barat, bahkan tahun 2009 saya mendapatkan sampel kulit lagi yang dibunuh dari Jawa timur. Secara mikroskopis, untuk rambutnya sudah menunjuk ke harimau loreng bukan tutul; tetapi perlu analisis lebih lanjut ke tingkat DNA, yang saat ini sedang kami persiapkan Bahkan dua minggu lalu rekanan yang dari Jawa Timur juga menginformasikan lagi tentang kulit dan rambut kumis dari harimau Jawa yang dibunuh Desember 2012. Sedangkan untuk informasi perjumpaan dan kesaksian beberapa warga masyarakat tepi hutan tentang perjumpaan dengan harimau Jawa sampai 2012 belum saya verfikasi lebih lanjut. Tahun 2004 juga ada mahasiswa Universitas Jenderal Sudirman, Puwokerto, yang melihat harimau loreng mati di lokasi desa bermainnya di Lereng Gunung Slamet, Jawa tengah. Artinya, dari sebaran (terutama spesimen) yang saya koleksi, jelas masih adanya eksistensi harimau Jawa.
Mongabay: Bagaimana peran pemerintah dalam melindungi karnivora Jawa selama ini?
Didik Raharyono : Menurut saya masih kurang peduli. Salah satu contoh dimana tahun 2009 Macan tutul Jawa masuk ke dalam 17 jenis prioritas satwa konservasi karena mempunyai status, justru tahun 20012 kemarin, macan tutul dikeluarkan dari prioritas konservasi, sehingga hanya ada 14 jenis saja (namun saya kurang hafal jenis-jenisnya).  Meskipun pemerintah memiliki Taman Nasional dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam; namun “greget” untuk perlindungan spesies jauh dari yang diharapkan. Sedangkan BKSDA juga kurang berminat melindungi macan tutul yang berada di luar kawasan konservasi: hal ini terbukti dengan tidak adanya data populasi macan tutul di luar kawasan konservasi seperti hutan lindung dan cagar alam.
Platter cast harimau Jawa tahun 1997. Foto: Didik Raharyono
Mongabay: Apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk menjaga populasi karnivor dan hutan di Jawa ?
Didik Raharyono : Pendataan karnivora harus dilkukan di kawasan konservasi dan non konservasi, lalu melakukan pembinaan habitat dengan melakukan kajian ‘daya dukung habitat’; serta patroli rutin untuk mencegah adanya perburuan jenis prey carnivor (sebab ini merupakan sumber pakan spesies karnivor). Baru setelah itu dilakukan pola pengelolaan spesies secara menyeluruh dengan melakukan koneksitas informasi dan data dalam pengelolaan yang lebih menyeluruh.
Selain itu dikarenakan opini “PUNAH” sudah melekat kuat di kalangan pemerintah, sehingga selalu menganggap bahwa masyarakat tidak bisa membedakan antara macan tutul dengan macan loreng, sebab dalam kosakata masyarakat Jawa memang hanya di kenal kata Macan untuk menyebut “Tiger” dan “Leopard.” Kata penjelasnya hanya setelah dibelakang kata macan itu yakni loreng, tutul, ataupun rembah dan lainnya. Sehingga dianggap bias jika masyarakat bertutur perihal macan loreng. Mungkin pemerintah harus mau bersama masyarakat lokal yang memiliki profesi sebagai “pemanen hasil hutan” melakukan kajian bersama atas lokasi-lokasi yang dilaporkan dilihat harimau jawa, dipantau menggunakan kamera trap, kalau perlu memberikan pinjaman terhadap masyarakat untuk melakukan pemasangan kamera itu, di lokasi di mana harimau Jawa pernah di jumpai.


Sumber
( Label: , , , , ) Read more

Selasa, 15 Oktober 2013

0 komentar

Jenis ular paling aneh

1.Tentacled Snake (Ular berTentakel)
 5 Jenis Ular Paling Aneh di Dunia
Ular air lain dari Asia Tenggara, ini adalah spesies yang unik, spesies terakhir yang masih hidup dari genus nya. Bagian yang paling terkenal dari ular ini adalah tentakel berdaging aneh di moncongnya.Tentakel ini sebenarnya mechanosensors sangat sensitif, yang memungkinkan ular untuk mendeteksi gerakan dalam air dan menyerang setiap ikan malang yang berenang di dekatnya. Sifat lainnya yang menarik adalah kecepatan menyerang tentacle dari ular ini sungguh luar biasa, hanya diperlukan 15 milidetik untuk menangkap mangsanya. Meskipun ular tentacle berbisa, bisa-nya tidak menimbulkan ancaman bagi manusia. tubuhnya kecil, hanya 90 cm panjang. Sama seperti ular Gading Gajah, dia sepenuhnya di air dan nyaris tidak dapat bergerak di darat.
 2.Flying Snake (Ular Terbang)
 5 Jenis Ular Paling Aneh di Dunia
Ular terbang ditemukan di hutan hujan di India dan Asia tenggara, dan, walaupun nama mereka sedikit keren, mereka tidak bisa benar-benar terbang. Ketika Ular terbang ingin pergi dari satu pohon ke yang lain, dia meluncurkan diri ke udara dan saat melayang keluarlah tulang rusuk dari dalam perutnya, sehingga tubuhnya melebar dan berubah seperti sayap. Ular Terbang adalah glider bahkan lebih baik daripada tupai terbang. Tupai dapat meluncur hingga 60 meter dari satu pohon ke yang lain, Ular Terbang dapat meluncur hingga 100 meter atau lebih, dan mereka benar-benar “meluncur” di udara, yang memberikan mereka stabilitas yang lebih baik. Ular ini tidak berbahaya bagi manusia.Makanan utamanya adalah kadal dan binatang kecil lainnya. Ular ini menghabiskan sebagian besar waktunya di pohon.
3.Tiger Keelback
 5 Jenis Ular Paling Aneh di Dunia
Juga dikenal sebagai Yamakagashi, atau ular Air Jepang , spesies ini kebanyakan ditemukan di Asia Timur. Bentuknya kecil, jarang melebihi satu meter, dan sangat pemalu, sehingga banyak fakta bahwa mereka dianggap tidak berbahaya, sampai seseorang meninggal karena gigitan yamakagashi di tahun 80-an. Karena taring berbisa yang berlokasi di bagian belakang rahang, mereka tidak dapat menyuntikkan racun mereka dengan mudah seperti ular lainnya. Makanan utamannya adalah katak dan kodok. Selain berwarna warna-warni cerah, Tiger Keelbacks ada yang berwarna normall. Baru-baru ini, ditemukan bahwa pakan ular ini kebal terhadap kodok beracun; tidak hanya kebal terhadap racun katak, tetapi mereka benar-benar bisa “menyimpan” racun katak ini di dalam kelenjar di leher.Ketika terancam, dia bisa melepaskan dua racunnya (racun pribadi dan racun katak yang dimangsanya).
4.Burrowing Asp
 5 Jenis Ular Paling Aneh di Dunia
The Asp adalah ular bertubuh kecil dari Afrika yang menghabiskan sebagian besar waktu bawah tanah. Ia makan tikus, dan memiliki taring besar yang berfungsi pada dasarnya sebagai pencengkram berbisa, menonjol keluar dari mulut ketika digunakan. Taringnya juga fleksibel dan dapat dipindahkan secara bebas, yang berarti bahwa ular ini dapat menusuk mangsanya hanya dengan satu taring, dan setelah itu telah membunuh korban. Karena sifat kardiotoksik dan nekrotik, dan kemampuannya untuk menyuntikkan lebih dalam dari ular lain (karena “taring”nya panjang) ular ini sangat berbahaya bagi manusia.
5.Horned Viper
 5 Jenis Ular Paling Aneh di Dunia
Ditemukan di padang pasir Afrika Utara dan Timur Tengah, ular ini memiliki tanduk kecil, biasanya berukuran 50 cm. Mereka memiliki sepasang tanduk di atas mata, tetapi ada juga beberapa individu yang tidak punya atau hanya tumbuh sedikit. Mereka berbisa, tetapi gigitan mereka biasanya tidak fatal bagi manusia. Viper bertanduk ini secara resmi bernama “Cerastes Cerastes” tahun 1768, oleh naturalis Austria Nicolaus Laurenti. Cerastes adalah rakasa mistis asal Yunani , seekor ular yang bersembunyi di bawah pasir di padang pasir dan menyergap setiap makhluk yang lewat, menggunakan tanduk sebagai sebuah daya tarik.


( Label: , , , , , ) Read more

Sabtu, 12 Oktober 2013

0 komentar

Hewan Amphibi Terlangka

Katak dikenal sebagai binatang amfibi yang dapat hidup di dua alam, yaitu di darat dan di air. Dilansir dari situs National Geographic.com, dikatakan ada 10 jenis katak yang dicurigai telah punah dari bumi. Dan baru-baru ini dugaan itu terjawab, masih ada dua spesies yang masih hidup dan salah satunya berhabitat di Kalimantan Indonesia. Apa saja 10 spesies katak itu, berikut kami paparkan :

10.Katak Emas


Katak Emas. Katak ini terlihat terakhir kalinya di Costa Rica pada tahun 1989. Kehilangan katak ini
dimungkinkan karena kekeringan dan serangan jamur Chytrid. Untuk itu International Conservation dan International Union For Conservation of Nature (IUCN) melakukan penelitian untuk kembali menemukan katak emas ini.

9.Katak Lambung


Katak Lambung. Katak lambung ini adalah katak asli dari Australia. Memiliki nama ilmiah Rheobatrachus vitellinus. Katak ini sungguh unik karena katak betina akan menelan telur yang sudah dibuahi kedalam perutnya kemudian membesarkan sang anak di mulutnya, sehingga seolah-olah katak ini melahirkan anak dari mulutnya. Terakhir terlihat di tahun 1985. Diduga punah akibat serangan jamur Chytrid.

8.Katak Berparuh Mesopotamia


Katak Berparuh Mesopotamia. Terakhir terlihat di tahun 1914. Belum pernah ada yang mendokumentasikan melalui foto. Dicurigai masih hidup dan berhabitat terisolasi di Kolombia, untuk itu katak ini termasuk dalam daftar pencaharian oleh IUCN.

7.Katak Bolitoglossa jacksoni


Bolitoglossa jacksoni. Katak salamander yang dapat memanjat ini diduga telah hilang dari Guatemala dan terakhir terlihat di tahun 1975. Katak salamander yang mempunyai corak kulit kuning dan hitam pada punggungnya. Diduga menghilang karena peningkatan lahan pertanian dan pemukiman di Guatemala sehingga membuat wilayah hidupnya menghilang. Saat ini IUCN dan San Carlos University , Guatemala telah melakukan pencaharian besar atas katak salamander ini.

6.Katak Callizalus pictus laurent


Callizalus pictus laurent . Katak ini memiliki habitat di sekitar Kongo dan Rwanda. Memiliki badan sekitar 37 mm untuk jantan dan 43 untuk betina. Hidup di hutan bambu dataran tinggi Itombwe. Karena perubahan iklim yang sangat drastis membuat katak ini menghilang , dan terakhir masih dapat di lihat di tahun 1950.

5.Katak Rio Pescado


Katak Rio Pescado Stubfoot atau Atelopus balios. Dinyatakan menghilang karena terakhir terlihat di bulan april 1995. Diduga jamur Chytrid yang membuatnya menghilang dari peredaran binatang. Selain itu degrasi dan hilangnya tanah habitat makin menyulitkan kehidupan katak ini. Spesies Atelopus balios tinggal di bantaran sungai dan hutan hujan dataran rendah di barat daya Ekuador. Diperkirakan popolasinya menurun hingga lebih dari 80% selama tiga generasi ini. Namun pada September 2010 spesies ini kembali ditemukan Eduardo Toral-Contreras dan Elicio Tapia.

4.Katak Hynobius turkestanicus


Hynobius turkestanicus atau Turkestanian Salamander. Pengetahuan akan katak ini sangat minim. Diketahui hanya ada dua spesies sejak di tahun 1909. Kemungkinan memiliki habitat di Kyrgyzstan, Tajikistan atau Uzbekistan. Berdasarkan informasi dari Conservasi Internasional jenis katak ini memiliki fungsi sebagai hewan penjaga kebersihan ekosistem air tawar dan pengontrol kuman penyakit di air, sebagai salah satu kemungkinan sebagai obat penghilang rasa sakit bagi manusia.

3.katak scarlet


Atelopus sorianoi atau katak scarlet memiliki warna orange yang menyala di tubuhnya. Hidup di hutan terisolasi, Paramito de San Francisco, dekat kota Guaraque di barat daya Venezuela. Terakhir terlihat di tahun 1990.

2.Hula Painted Frog


Discoglossus nigriventer atau Hula painted frog memiliki habitat di dua daerah di pantai timur danau Huleh, Israel dan kemungkinan juga di daerah berdekatan Suriah. Status terakhir terlihat di tahun 1955. Dikatakan menghilang karena habitatnya di danau rawa-rawa Huleh pada tahun 1950an di kuras untuk membasmi nyamuk malaria dan tanah pertanian.

1.Katak Pelangi


Katak Pelangi Borneo atau Sambas Streaming Toad atau dikenal dengan nama ilmiah Ansonia latidisca. Terakhir terlihat di tahun 1950an. Habitatnya di pulau Kalimantan yaitu Gunung Damus, Kalimantan (Indonesia), dan Gunung Penrissen, di barat Sarawak (Malaysia). Katak ini memiliki badan yang panjang, berkulit kasar seperti berkerikil dan berwarna seperti pelangi antara merah cerah, hijau, kuning dan ungu. Menurut ahli amfibi Robin Moore katak ini beracun dan memiliki warna kulit cerah sebagai bentuk penyesuaian dengan menyamar seperti warna sekitarnya. Pencarian dilakukan oleh konservasi internasional dan Universitas Malaysia di hutan pengunungan Sarawak yang terletak antara wilayah Sarawak dan Kalimantan Barat. Dan ditahun 2011 ini katak itu telah ditemukan kembali . Dengan penemuan Katak Pelangi Borneo ini dapat mendorong penelitian di habitatnya dan penemuan lainnya.



( Label: , , , , , , , ) Read more

Jumat, 11 Oktober 2013

0 komentar

Fakta unik kucing

Siapa sih yang tidak mengenal dengan makhluk nan gemes ini. Mulai dari kucing kampung yang sering nyolong ikan asin hingga kucing model persia yang dimanja dan sering pergi ke salon. Perilakunya pun sangat menggemaskan. Hewan ini sangat kooperatif dengan manusia. Namun ternyata dibalik lucu dan gemesnya makhluk ini, ternyata menyimpan satu potensi bahaya yang cukup besar. Si puss ini ternyata bisa menjadi media yang tepat dalam menyebarkan sejumlah bibit penyakit dan virus. Mulai dari tokso hingga yang namanya rabies yang sangat mengerikan. Untuk menambah pengetahuan kita semua, berikut ini adalah sejumlah fakta unik yang patut kita simak:
1. Tahukah kamu, kucing (Felis silvestrid-catus), terutama kucing rumah adalah salah satu hewan predator paling hebat di dunia. Kucing ini mampu membunuh dan atau memakan beberapa ribu species, mengalahkan kucing besar (seperti singa, harimau, dan sejenisnya) yang hanya mampu memangsa kurang dari 100 species. Namun karena ukurannya terbilang kecil, maka tidak berbahaya bagi manusia (syukurlah...). Namun tetap saja sangat berbahaya apabila kucing ini terinfeksi rabies.
2. Kucing telah berasosiasi dengan kehidupan manusia sekurangnya sejak 3500 tahun yang lalu. Ketika itu orang Mesir kuno telah menggunakan kucing untuk mengusir hama tikus dan hewan pengerat lainnya dari hasil panen mereka. Namun, percaya atau tidak, di dunia ini hanya terdapat 1% populasi kucing di dunia yang termasuk galur murni atau kucing ras. Sisanya adalah kucing hasil pencampuran dari berbagai ras atau biasa yang kita sebut sebagai kucing kampung. Karena itu, kucing ras termasuk kucing yang paling sering dicari dan mahal harganya.
3. Di Indonesia, suara kucing sering ditulis dengan kata "Meong". Dalam bahasa Inggris yang digunakan di Amerika, suara kucing sering ditulis dengan "Meow". Di negara Inggris sendiri, suara kucing ditulis "Miaow". Kalau bahasa Jepang sering ditulis dengan kata "Nya".
4. Kucing biasanya memiliki berat badan antara 2,5 hingga 7 kg dan jarang melebihi 10 kg, kecuali diberi makan berlebih, si pussy bisa mencapai berat badan 23 kg. Dalam penangkaran, kucing dapat hidup selama 15 hingga 20 tahun, dimana kucing tertua pernah diketahui berusia 36 tahun! Kucing liar yang hidup di lingkungan urban modern hanya mampu hidup selama 2 tahun atau bahkan kurang dari itu.
5. Kucing termasuk hewan yang sangat bersih. Mereka sering merawat diri dengan menjilati rambut mereka. Saliva atau air liur mereka adalah agen pembersih yang kuat. tapi dapat memicu alergi pada manusia. Kadangkala kucing memuntahkan semacam hairball atau gulungan rambut yang terkumpul di dalam perutnya. Sementara itu kucing dapat menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidur kucing bervariasi antara 12 - 16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13 - 14 jam. Tapi tidak jarang dijumpai kucing yang tidur selama 20 jam dalam satu hari!

6. Percaya atau tidak, di abad pertengahan kucing dianggap berasosiasi dengan penyihir dan sering dibunuh dengan cara dibakar dan dilempar dari tempat tinggi. Sejumlah ahli sejarah percaya bahwa wabah Black Death atau wabah pes menyebar dengan cepat di Eropa pada abad ke-14 akibat tahyul itu. Hal itu disebabkan banyaknya pembunuhan kucing yang dilakukan sehingga meningkatkan populasi tikus yang membawa wabah pes tersebut.

Sumber
( Label: , , , , , , ) Read more

Sabtu, 13 Juli 2013

0 komentar

Binatang yang asing didengar

Berikut 10 Jenis Binatang yang Sangat Asing di Dengar, dikutip dari berbagai sumber:


1. Hairy Saki

Monyet yang hidup di lembah sungai amazon ini kebanyakan tinggal di pohon. mereka juga dikenal sebagai monk saki karena bulu kepala mereka berbentuk seperti topi pendeta (monk`s cowl), hairy sakis sangat jarang terlihat di tangkap karena sifat mereka yang panikan. Mereka cenderung panik dan mati karena ketakutan ketika ditangkap.

2. Aardwolf

Mamalia afrika yang menyerupai hyena kecil. Namanya Aardwolf yang berarti `earth wolf` karena dia tinggal di liang tanah.

3. Argali

Domba liar terbesar (tingginya kurang lebih 120 cm) yang mempunyai tanduk yang besar dan tergulung, berasal dari asia tengah (Siberia, Mongolia, dan Tibet, mereka terancam punah, karena sering diburu dan digunakan dalam pengobatan cina.

4. Douroucouli

Dikenal juga dengan monyet burung hantu karena mereka mempunyai mata coklat yang besar, hewan ini merupakan satu-satunya monyet nocturnal (hewan yang mencari makan pada malam hari). Mereka berasal dari Amerika Tengah dan Selatan.

5. Soulslik Eropa
Soulslik adalah nama eksotis yang diberikan kepada tupai tanah eropa dan asia. mereka tidak terlihat seperti tupai dan hewan pengerat pada umumnya, karena makanan mereka adalah daging yang amat besar (tentunya dalam ukuran mereka), seperti burung-burung kecil, dan tikus.


6. Fossa

Fossa adalah hewan terbesar dalam anggota musang (panjangnya kurang lebih 1.5 m) dan merupakan karnivora terbesar dari asalnya, madagaskar. mereka mempunyai kulit khusus berwarna coklat-jingga.

7. Lesser Grison
Karnivora yang jarang diketahui orang, mereka hidup di patagonia dan negara-negara amerika selatan, panjangnya 30 cm, dengan bulu hitam dan abu-abu, mereka sedikit terlihat seperti berang-berang, di peru mereka dijinakkan seperti musang, dan dilatih untuk memburu tikus.

8. Moon Rat
Disebut juga sebagai landak berbulu, hewan yang terlihat aneh ini berasal dari asia tenggara, bulu mereka yang berwarna coklat tua atau hitam kontras dengan wajah mereka yang berwarna putih, mereka juga mempunyai hidung yang panjang dan bau, dengan panjang sekitar 25 cm, mereka merupakan insectivora terbesar.

9. North American Cacomistle

Berasal dari amerika serikat bagian selatan, cacomistle adalah hewan kecil dan pemalu, kadang-kadang disebut sebagai tupai kucing atau kucing ekor-cincin karena ekor mereka yang panjang dan bergaris membentuk seperti cincin. Cacomstile berasal dari bahasa Nahuatl yang berarti half-cat atau half mountain lion.

10. Pink Fairy Armadillo


Ini adalah armadilo peri, mempunyai panjang 120 mm. mereka hidup di bawah tanah dan jarang terlihat, dan hampir tidak pernah tertangkap, mereka hebat dalam melarikan diri, dengan kemampuannya yang bisa menggali diri mereka ke dalam tanah secara cepat dan bersembunyi dari serangan musuh.



Sumber 
( Label: , , , , , , , , , , , ) Read more

Jumat, 12 April 2013

0 komentar

Binatang Misterius




Sesuatu yang aneh dan unik itu sangat menyenangkan, apalagi anda memang senang membaca.
pasti pas sekali dengan artikel yang satu ini...
 

 Enjoy Your Reading, Frafieziers...



1.  Ahool




Ahool adalah kelelawar yang berukuran raksasa. Rentang sayapnya berukuran lebih dari 7 kaki. Hewan ini pernah dilihat di sekitar Jawa. Hewan ini dipercaya masih tetap exist di gua gua. Dan hewan ini biasanya terbang di atas rata-rata kelelawar biasanya. Untuk lebih lanjutnya tentang hewan ini bisa anda pelajari di jurusan cryptozoology. Cryptozoology itu ilmu yang mempelajari hewan-hewan yang masih melegenda atau yang belum diyakini ada.  hewan terbang, seperti kelelawar, atau juga sering dikatakan seperti pterosaurus (dinosaurus terbang), atau monyet terbang. Hewan ini tidak pernah ditemukan dan tidak ada bukti secara ilmiah bahwa hewan ini benar-benar ada.
A-hool, atau sering juga dibaca AhOOOoool, dikatakan hidup di hutan hujan d Jawa . Dideskripsikan memiliki wajah seperti monyet, dengan mata yang besar, cakar besar di tangannya, dan tubuh yang berbulu abu-abu. Jika ini benar ada, ini adalah spesies kelelawar terbesar di dunia dengan rentang sayap mencapai 3 meter. (2 kali lebih besar dari spesies kelelawar terbesar saat ini).



2. Agogwe



Agogwe adalah makhluk seperti manusia dan berukuran sangat kecil, mirip kurcaci. Sering ditemukan di Timur Afrika. Agogwe dikatakan seperti monyet yang berjalan dengan 2 kaki seperti manusia, berasal dari Hutan Afrika Timur, tingginya antara 1 meter sampai 1,7 meter, dengan tangan yang panjang dan bulu tebal berwarna kekuningan. Kulit dibawah bulunya berwarna kuning kemerahan. Terkadang juga dikatakan ada yang berbulu abu-abu atau hitam.

Walau tidak ada bukti tentang keberadaan Agagwe, tapi ada beberapa penampakan hewan ini pada tahun 1900an.

Yang pertama adalah tahun 1938 oleh Kapten William Hichens, dan ditulis dimajalah Discovery, dan walaupun mendapat cemoohan dari berbagai pihak, Cuthbert Burgoyne menulis surat pada majalah ini bahwa ia pernah melihat binatang ini saat mengunjungi Afrika Timur pada tahun 1927 bersama istri dan 3 orang lokal. Saat ia ingin menembak hewan ini, penduduk lokal melarangnya.





3.Yeti



                
Yeti atau Manusia Salju yang Menakutkan adalah sejenis primata besar yang menyerupai manusia yang menghuni wilayah pegunungan Himalaya di Nepal dan Tibet. Nama Yeti dan Meh-Teh umummnya digunakan secara luas oleh masyarakat di wilayah tersebut, [1] dan dianggap sebagai kisah sejarah dan mitos yang masih misterius. Orang-orang Nepal juga menyebutnya Bonmanche yang berarti "manusia liar" atau "Kanchanjunga rachyyas" yang berarti "Iblis Kanchanjunga."







4.Jersey Devil / Iblis Jersey



Dikatakan bahwa pada 1735 seorang Ibu Leeds yang tinggal di New Jersey menjadi hamil untuk kali ke-13, 13 menjadi angka sial diminta wanita untuk memprediksi bahwa bayinya akan berubah menjadi setan. Nyonya Leeds pada kelahiran terbukti benar sebagai keturunannya lahir sebuah keburukan mengerikan, dengan kepala kuda, sayap kelelawar, kuku terbelah dan ekor. Hal ini dikatakan telah lahirnya Iblis Jersey, dan pada kelahiran dikatakan telah terbang jauh ke dalam hutan dari selatan New Jersey.

Tak banyak yang diketahui dari Iblis Jersey setelah ini sampai 1909, pada saat mana lebih dari 100 penampakan Iblis Jersey dilaporkan. Salah satu penampakan dari setan jersey melibatkan postmaster dari Pennsylvania yang mengaku telah melihat makhluk berkepala domba jantan bercahaya terbang di atas sungai Delaware. Dua orang lainnya juga menyaksikan penampakan termasuk seorang polisi yang melepaskan tembakan di itu.

Deskripsi yang diberikan oleh mereka yang mengklaim telah terlihat Iblis Jersey bervariasi, beberapa mengklaim makhluk itu orang lain kepala kuda sementara mengklaim memiliki kepala domba jantan, yang lain menyatakan bahwa bernapas api dan memiliki kulit seperti buaya. Yang terakhir melaporkan penampakan Iblis Jersey terjadi pada 24 Februari 1909 ketika seorang petani dari Salem di mengaku telah melihat makhluk mirip burung aneh dengan kaki manusia.








5.Mothman



'Mothman' berarti manusia ngengat, tetapi Mothman lebih dekat menyerupai beberapa jenis burung yang biasa digambarkan sebagai sesosok makhluk bersayap dan setinggi manusia, bermata merah, kadang muncul tanpa kepala dengan mata merahnya ada di dada. Mothman merupakan satu urban legend yang cukup terkenal di VirginiaMerupakan makhluk setengah manusia dan setengah kelelawar, tidak memiliki leher, bersayap dan bermata merah. Pertama kali dilihat pada tahun 1966 dan diidentifikasikan sebagai UFH ( Unidentified Flying Humanoid)








6.Ogopogo



Ogopogo atau Naitaka ("setan danau") adalah nama yang diberikan bagi kriptid danau yang dilaporkan berada di Danau Okanagan, di British Columbia, Kanada. Sejak abad ke-19, Ogopogo diduga sudah terlihat oleh orang pribumi. Deskripsi yang umum mengenai Ogopogo yakni seekor naga laut yang panjangnya berkisar antara 40-50 kaki (12-15 meter).
Kriptozoolog asal Inggris Karl Shuker mengkategorikan Ogopogo sebagai verietas monster danau 'berpunuk banyak', dan berpendapat bahwa itu mungkin sejenis paus primitif seperti Basilosaurus. Bagaimanapun, karena bukti fisik hewan tersebut hanya sebatas foto dan film yang tak jelas, penampakan tersebut dianggap pula sebagai kesalahdugaan terhadap penampakan hewan yang umum, misalnya berang-berang, dan benda mati, misalnya kayu yang terapung






7.Arabhar



Arabhar yaitu ular terbang raksasa yang dipercaya berada di sekitar laut Arab. Keberadaan maupun informasi ini tidak jelas, ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa ular ini mempunyai sayap kecil di samping dan terbang berkelompok.
Ular tanpa sayap sudah mengerikan, kalau benar ada, binatang ini akan menguasai dunia.




8.Tsuchinoko



Spesies ular yang amat langka dan aneh, berperut gendut mirip botol atau pin boling dengan ekor yang kecil mirip ekor tikusArti dari kata Tsuchinoko adalah “Hammerspawn”, dalam bahasa Indonesia mungkin Ular Palu atau Ular Martil. Hewan legendaris ini sering juga disebut bachi hebi di daerah utara Jepang.
Tsuchinoko panjangnya antara 30cm – 80cm, mirip dengan ular, tapi lebih gendut dan sama-sama memiliki taring yang beracun. Hewan ini juga bisa melompat sampai sejauh satu meter.
Legenda tentang ular ini mengatakan bahwa beberapa tsuchinoko bisa berbicara dan seringkali berbohong pada manusia, juga suka minum alkohol.
Terkadang mereka melingkar menggigit ekornya sendiri.



9.Buru

Buru, reptil air yang dipercaya hidup di Jiro/Ziro, kota kecil di India. Pada tahun 1947 seorang profesor, Christhoper von Furer-Haimendorf menyelidiki tentang ini tapi pada tahun tersebut, dikatakan bahwa buru sudah punah.

Berdasarkan tetua disana, binatang ini sangat mengganggu penduduk setempat, dan mereka memutuskan untuk menguras sungai untuk membunuh Buru-buru. Banyak diantara Buru itu akhirnya mati karena ini, tapi dikatakan beberapa hidup dibawah tanah.
Mirip seperti buaya dan komodo

10.Mokele-Mbembe





Mokele-mbembe adalah bahasa setempat, artinya “Yang menghentikan aliran sungai”. Nama ini diberikan pada hewan ini karena ukurannya yang besar. Legenda yang mirip dengan monster lochness.

Dikatakan bahwa Mokele-mbembe adalah hewan herbivora dengan panjang 5-9 meter, hidup di sekitar danau Tele, Kongo. Tubuhnya seperti gajah dengan leher dan ekor yang panjang, dan kepala kecil, mirip dengan deskripsi Sauropod (Brontosaurus). Tetapi beberapa mengatakan Mokele-mbembe lebih mirip dengan gajah, badak, dan hewan lain. Berwarna keabu-abuan, dan beberapa cerita mendeskripsikannya sebagai roh, dan bukan binatang hidup.






11.Harimau tsamania

Harimau ini memang pernah ada di zaman lampau dan dipercaya sudah punah, tetapi kadang terlihat di daerah Papua Nugini








12.Serigala Andean

Serigala Andean diketahui jelas bentuknya, namun sering kelihatan di sekitar Artik dan Amerika Utara.





13.Mongolian Death Worm (Cacing “Kematian”)


Wujud di padang pasir Gobi, ia mempunyai bentuk seperti cacing tetapi dalam saiz yang agak besar seperti seekor ular, dan dapat membunuh manusia hanya dengan nafasnya yang beracun.


Gimana menurut kalian tentang hewan - hewan ini ??? silahkan komentar yaa...
( Label: , , , , , , ) Read more

Selasa, 12 Maret 2013

0 komentar

Tumbuhan Langka

1. Tanaman paling Tangguh (Welwitschia Mirabilis)
Memang tumbuhan yang satu ini nggak keliatan asik, tapi tumbuhan asli Namibia ini memang luar biasa, cuma satu-satunya! Tumbuhan ini hanya punya dua daun, dan satu batang dan sistem akar, cuman itu aja! Tapi dua daun ini terus tumbuh sampai akhirnya mirip Alien. Batang tanaman ini makin lama akan makin tebal, tapi tidak meninggi, tinggi maksimum tanaman ini hanya 2 meter saja tapi lebarnya dapat mencapai 8 meter. Umur tanaman ini bisa mencapai 400 sampai 15 abad!. Bisa hidup terus tanpa hujan selama 5 tahun lamanya! Selain itu, tanaman yang dalam bahasa Namibia disebut Onyanga ini ternyata enak untuk dimakan baik dimakan mentah maupun dimasak dalam bara. O ya, arti nama Onyanga adalah Bawang Padang Pasir!

2. Tanaman Karnivora (Dionaea Muscipula)
 
Tanaman satu ini adalah tanaman karnivora paling terkenal, karena aktivitas dan efisiensinya dalam memerangkap mangsa. Pasangan “Daun” yang menjadi ciri khas tanaman ini adalah perangkap yang memiliki rambut yang ultra sensitif, yang dapat merasakan adanya hewan atau serangga kecil yang datang. Begitu rambut di daun ini tersentuh, maka daun akan menutup dan memerangkap hewan apapun yang mendekatinya.
3. Bunga Terbesar di Dunia (Rafflesia Arnoldii)
Bunga besar yang langka ini mendapat perhatian luar biasa di dunia. Bayangkan ukuran bunganya yang dapat mencapai 1 meter dan beratnya sendiri bisa mencapai 8 kg sampai 12 kg. Tapi masalahnya baunya ndak wangi, malah lebih mendekati daging busuk. Makanya bunga ini disebut bunga bangkai di negara kita, yang adalah habitat asli bunga ini. Bunga ini akan mekar seminggu atau tiga hari, dan menarik serangga untuk membuahi dengan bau busuk yang dipancarkan oleh bunga ini. Sayangnya, dari hasil pembuahan, hanya 10-20 persen saja yang berhasil tumbuh
4. Tanaman Menari (Desmodium Gyrans)
Darwin menamai tumbuhan ini sebagai Hedysarum, atau para ahli botani menyebutnya Desmodium Gyrans, atau lebih modern lagi Codariocalyx Motorius. Nama yang biasa dikenal adalah Rumput Menari (Dancing Grass) atau Tanaman Semaphore (Semaphore Plant), karena gerakan daunnya, yang mirip dengan gerakan tangan pengirim sinyal semaphore. Tanaman ini gampang skeali tumbuh, hanya butuh matahari dan air saja tanpa perlu pupuk yang rumit.
5. Tanaman Bola Baseball (Euphorbia Obesa)
Tanaman ini adalah tanaman endemik di daerah Great Karoo, Afrika Selatan. Karena bentuknya yang lucu, banyak penggemar tanaman akhirnya mengambil tanaman ini dan mengkoleksinya, sehingga populasinya rusak berat. Akhirnya tanaman ini dilindungi oleh pemerintah Afika Selatan.
6. Bunga Bangkai (Amorphophallus Titanum)
Bunga yang satu ini tinggi besar, bahkan lebih tinggi dari manusia. Nah.. bunga yang ini yang ternyata mendapat julukan bunga bangkai, karena selain baunya yang memang mirip bangkai, juga warnanya meniru daging yang membusuk. Bunga ini ternyata juga dikenal luas di masyarakat dunia sebagai salah satu tumbuhan asli Indonesia.
7. Pohon Botol (Boabab)
Pohon ini merupakan tumbuhan asli daerah Madagaskar, Afrika dan Australia. Pohon ini disebut pohon botol, karena selain bentuknya yang memang mirip botol, pohon ini ternyata memang dapat meyimpan sampai dengan 300 liter air! Makanya bisa tumbuh sampai 500 tahun!
8. Pohon Darah Naga (Dracaena Cinnabari)
Tanaman ini asli kepulauan Socotra. Pohon ini dikenal dengan nama Pohon Darah Naga atau Pohon Naga Socotra. Bentuknya yang unik, seperti payung, ternyata hanya satu dari uniknya pohon ini. Nama darah naga dari pohon ini ternyata diambil dari getah pohon ini yang berwarna merah. Persis seperti darah naga di Harry Potter, ternyata ‘darah naga’ dari pohon ini berguna untuk pengobatan. Selain itu, ternyata warna merah ‘darah naga’ pohon ini juga sering digunakan sebagai pewarna merah alami.
9. Tanaman Kebangkitan (Selaginella Lepidophylla)
Nama lain bunga ini adalah Bunga Jericho, tumbuhan gurun pasir ini dikenal atas kemampuannya bertahan bahkan di saat kekeringan. Pada saat musin kering, batangnya akan mengkerut dan menggulung menjadi bola. Dan begitu ada air, batang tadi akan melepaskan diri dari gulungannya. Tanaman ini banyak ditemui di gurun Chihuahua
10. Pohon Dinamit (Hura Brasiliensis)
 Tanaman ini ternyata merupakan salah satu tanaman yang berasal dari hutan tropis Amazon. Julukan lainnya? Pohon Neraka, atau ada juga yang menjuluki Pohon Kotak Pasir (sandbox tree). Bayangkan saja, batangnya ditutupi duri tajam, dan sudah seperti itu, getah pohon ini ternyata beracun dan banyak digunakan oleh penduduk setempat untuk meracuni mata panah mereka. Selain itu, mereka juga punya buah. Dan buah pohon ini nggak main-main, begitu matang, buah pohon ini akan meledak! Bahkan kekuatan ledakan pohon ini sanggup melukai manusia dan hewan yang tidak sengaja lewat di dekat pohon ini! makanya namanya Dinamit!
( Label: , , , , , , , , , ) Read more
Best viewed on firefox 5+
Frafiez Family © 2009 - 2014. Keep Cheerful for Shared